Siap Damaikan Palestina-Israel, Trump Tidak Tawarkan Kebijakan Baru

Kamis, 04 Mei 2017 - 10:08 WIB
Siap Damaikan Palestina-Israel,...
Siap Damaikan Palestina-Israel, Trump Tidak Tawarkan Kebijakan Baru
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersumpah untuk melakukan apapun yang diperlukan untuk menjadi perantara perdamaian antara Israel dan Palestina. Hal itu diungkapkannya saat menjadi tuan rumah bagi Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Gedung Putih.

Meski begitu, Trump tidak memberikan tanda-tanda bagaimana ia bisa menghidupkan kembali perundingan yang telah lama terhenti.

Seperti disitir dari Reuters, Kamis (4/5/2017), dalam pertemuan tatap muka pertama keduanya, Trump mendesak Abbas dan pemimpin Palestina lainnya untuk bersatu melawan hasutan kekerasan terhadap warga Israel. Namun, ia secara eksplisit tidak mengkomunikasikan sikap pemerintahannya terhadap solusi dua negara terhadap konflik yang telah berlangsung selama beberapa dekade itu. Solusi dua negara juga menjadi fondasi lama kebijakan AS.

Kepada Abbas, Trump hanya mengatakan: "Saya akan melakukan apapun yang diperlukan. Saya ingin menjadi mediator atau arbiter atau fasilitator, dan kita akan menyelesaikan ini."

Abbas menegaskan kembali tujuan menyeluruh sebuah negara Palestina, dengan mengatakan bahwa mereka harus memiliki ibukotanya di Yerusalem Timur dengan perbatasan berdasarkan garis pra-1967. Israel menolak kembali ke perbatasan 1967 sebagai ancaman terhadap keamanannya.

Saat penampilan bersama dengan Abbas, Trump mengatakan siap untuk mencari kesepakatan yang paling sulit dari perdamaian Israel-Palestina. Namun, saat duduk bersama untuk makan siang, ia mengatakan mungkin kesepakatan damai Palestina-Israel tidak sesulit yang dipikirkan oleh sejumla pihak selama bertahun-tahun.

Analis mengatakan Trump mungkin meremehkan tantangan saat kepercayaan antara kedua belah pihak berada pada titik terendah. Ia mengatakan bahwa dia memutuskan untuk memulai sebuah proses, namun tidak mengajukan rekomendasi atau jadwal kebijakan baru.

"Anda tidak bisa hanya berpura-pura. Anda hanya harus menangani beberapa masalah utama dan hanya itu. Ini sangat sulit," kata David Makovsky, anggota senior tim perunding Obama pada putaran terakhir perundingan, yang ambruk pada 2014.

Namun, menurut orang-orang yang mengetahui masalah ini, Trump akan mengajukan rencana perdamaian Israel Palestina saat mengunjungi Timur Tengah. Trump dijadwalkan akan mengunjungi Netanyahu di Yerusalem dan mungkin Abbas di Tepi Barat, yang dijadwalkan pada 22 dan 23 Mei.

Ini telah memicu spekulasi tentang pertemuan di antara ketiganya. Perwira AS dan Israel telah menolak untuk mengkonfirmasi kunjungan tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
350 Pegawai Pemerintah...
350 Pegawai Pemerintah Iran Tewas akibat Serangan AS dan Israel
1 jam yang lalu
Israel Akui Pesawat...
Israel Akui Pesawat Pembom AS Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Serang Iran
2 jam yang lalu
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
3 jam yang lalu
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
4 jam yang lalu
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
5 jam yang lalu
Israel Perluas Zona...
Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
5 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved