Hillary Clinton: Jika Pilpres Digelar 17 Oktober, Saya Jadi Presiden

Rabu, 03 Mei 2017 - 06:26 WIB
Hillary Clinton: Jika...
Hillary Clinton: Jika Pilpres Digelar 17 Oktober, Saya Jadi Presiden
A A A
NEW YORK - Hillary Clinton menyampaikan kritik terkuatnya kepada Donald Trump bahwa kemenangan rivalnya dalam pemilu presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) 8 November 2016 karena dua faktor intervensi, yakni WikiLeaks dan Rusia. Hillary yakin tanpa intervensi dialah yang akan jadi presiden.

”Jika pemilihan berlangsung pada tanggal 27 Oktober, saya akan menjadi presiden Anda,” katanya kepada Christiane Amanpour dari CNN pada sebuah acara “Women for Women International” di New York pada hari Selasa.

”Saya mengambil tanggung jawab pribadi secara mutlak. Saya adalah kandidat, saya adalah orang yang sedang dalam pemungutan suara. Saya sangat sadar akan tantangan, masalah dan kekurangan yang kami hadapi,” ujar Hillary, yang dilansir Rabu (3/5/2017).

Namun dia menambahkan bahwa dalam perjalanan untuk menang kandas karena sebuah kombinasi dari surat Direktur FBI James Comey pada tanggal 28 Oktober. Surat penyelidikan FBI soal skandal email, dia anggap mempengaruhi publik yang akan memilihnya.

Selain itu, kata Hillary, intervensi WikiLeaks dan Rusia telah menimbulkan keraguan di benak orang-orang yang cenderung memilihnya menjadi takut. ”Bukti untuk kejadian itu adalah, menurut saya, meyakinkan, meyakinkan, dan karenanya kami berhasil mengatasi banyak hal dalam kampanye,” ujarnya.

Hillary yang saat ini sedang menulis sebuah buku tentang keterpurukan usai kekalahan pilpres yang mengguncangnya mengatakan; "Alasan saya percaya bahwa kami kalah adalah peristiwa yang terjadi dalam 10 hari terakhir.”

Dalam wawancara yang lebih luas dan jujur, Hillary Clinton juga membuka tentang ambisi nuklir Korea Utara, hubungannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan kesalahpahaman.

Mantan Menteri Luar Negeri AS tersebut setuju dengan wartawan bahwa kesalahpahaman telah memainkan peran dalam kekalahannya dari Donald Trump. ”Ya, saya pikir itu memainkan peran. Saya pikir hal lain juga terjadi. Setiap hari berlalu, kami mengetahui lebih banyak tentang kesimpulan yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk dari kekuatan asing yang pemimpinnya bukan anggota klub penggemar saya,” ujar Hillary, merujuk pada Presiden Putin.

”Ini nyata, ini adalah bagian dari bentang alam, politik dan sosial dan ekonomi.”
Menurut laporan CNN, Hillary Clinton telah bangkit lebih tenang dalam beberapa bulan terakhir, namun masih terfokus pada campur tangan pemerintah Rusia.

Istri mantan Presiden Bill Clinton ini mengungkapkan bahwa dia secara pribadi mendukung serangan Trump di Suriah setelah serangan senjata kimia yang dituduhkan pada rezim Presiden Bashar al-Assad.

Hillary juga menanggapi pernyataan Trump bahwa dia akan "merasa terhormat" untuk bertemu dengan diktator Korea Utara, Kim Jong-un.

”Saya menganggap ini (ancaman nuklir Korea Utara) dengan sangat serius. Tapi saya tidak percaya bahwa kita sendiri dapat benar-benar menekan rezim Korea Utara,” ujarnya.

”Sekarang Korea Utara selalu menarik, mencoba membuat orang Amerika bernegosiasi untuk meningkatkan status dan posisi mereka dan kita harus sangat berhati-hati dalam memberikannya,” katanya.

”Kami seharusnya tidak menawarkan bahwa dengan tidak adanya kerangka kerja strategis yang lebih luas untuk mencoba membuat China, Jepang, Rusia, Korea Selatan melakukan tekanan pada rezim tersebut (yang akan membawa mereka ke meja perundingan).”
(mas)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Kembali Menjadi Mercusuar Dunia
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Buku Jadi Senjata Politik AS
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
20 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
59 menit yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
1 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
2 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
2 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
4 jam yang lalu
Infografis
23 Pemain Timnas Indonesia...
23 Pemain Timnas Indonesia U-17 Proyeksi Piala Asia U17 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved