Israel: Hamas Coba Bodohi Dunia Melalui Dokumen Kebijakan Baru
Senin, 01 Mei 2017 - 21:55 WIB
Israel: Hamas Coba Bodohi Dunia Melalui Dokumen Kebijakan Baru
A
A
A
TEL AVIV - Israel menyatakan kelompok pembebasan Palestina Hamas mencoba membodohi dunia internasional dengan dokumen kebijakan baru mereka. Dalam dokumen baru tersebut Hamas disebut akan sedikit melunak terhadap Israel.
"Hamas berusaha untuk membodohi dunia, tapi hal tersebut tidak akan berhasil," kata juru bicara Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, David Keyes dalam sebuah pernyataan.
"Mereka membangun terowongan teror dan telah meluncurkan ribuan rudal ke warga sipil Israel. Ini adalah Hamas yang sesungguhnya," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (1/5).
Sebelumnya diwartakan, sejumlah pejabat negara Teluk Arab, menuturkan dalam dokumen kebijakan baru Hamas akan merubah sedikit sikap terhadap Israel. Salah satunya adalah Hamas tidak akan lagi menyerukan penghancuran Israel.
"Hamas akan menghapus seruan untuk menghancurkan Israel dan membatalkan hubungannya dengan Ikhwanul Muslimin dalam sebuah dokumen kebijakan baru yang akan dikeluarkan," kata sumber tersebut, seperti dilansir Reuters pada Senin (1/5).
Langkah Hamas tersebut tampaknya ditujukan untuk memperbaiki hubungan dengan negara-negara Arab dan Mesir, yang memberi label Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris, dan juga dengan negara-negara Barat, yang banyak menggolongkan Hamas sebagai kelompok teroris karena permusuhannya terhadap Israel.
"Hamas berusaha untuk membodohi dunia, tapi hal tersebut tidak akan berhasil," kata juru bicara Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, David Keyes dalam sebuah pernyataan.
"Mereka membangun terowongan teror dan telah meluncurkan ribuan rudal ke warga sipil Israel. Ini adalah Hamas yang sesungguhnya," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (1/5).
Sebelumnya diwartakan, sejumlah pejabat negara Teluk Arab, menuturkan dalam dokumen kebijakan baru Hamas akan merubah sedikit sikap terhadap Israel. Salah satunya adalah Hamas tidak akan lagi menyerukan penghancuran Israel.
"Hamas akan menghapus seruan untuk menghancurkan Israel dan membatalkan hubungannya dengan Ikhwanul Muslimin dalam sebuah dokumen kebijakan baru yang akan dikeluarkan," kata sumber tersebut, seperti dilansir Reuters pada Senin (1/5).
Langkah Hamas tersebut tampaknya ditujukan untuk memperbaiki hubungan dengan negara-negara Arab dan Mesir, yang memberi label Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris, dan juga dengan negara-negara Barat, yang banyak menggolongkan Hamas sebagai kelompok teroris karena permusuhannya terhadap Israel.
(esn)