Selain Duterte, Trump Juga Undang Pemimpin Thailand dan Singapura
Senin, 01 Mei 2017 - 05:19 WIB
Selain Duterte, Trump Juga Undang Pemimpin Thailand dan Singapura
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dengan para pemimpin Thailand dan Singapura dalam telepon yang terpisah. Trump menelepon kedua pemimpin di negara Asia Tenggara itu untuk membahas situasi keamanan di wilayah Asia Pasifik di tengah ketegangan dengan Korea Utara (Korut).
Dalam kesempatan itu, seperti dikatakan oleh Gedung Putih, Trump mengundang keduanya untuk mengunjungi Washington seperti dikutip dari Reuters, Senin (1/5/2017).
Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha, seorang mantan jenderal, memimpin sebuah pemerintahan yang didominasi militer yang mengambil alih kekuasaan dalam kudeta 2014. Pemerintahannya terlibat ketegangan dengan pendahulu Trump, Barack Obama.
Sebelumnya, Trump juga telah mengundang salah satu pemimpin negara Asia Tenggara Rodrigo Duterte ke Washington. Undangan tersebut disampaikan Duterte saat menggelar pembicaraan melalui sambungan telepon.
Telepon Trump ke tiga pemimpin Asia tersebut terjadi dua hari setelah uji coba rudal Korut. Korut kembali meluncurkan rudal yang menurut Washington dan Seoul tidak berhasil namun menimbulkan kecaman internasional yang meluas.
Trump intens menghubungi sejumlah pemimpin di Asia untuk menjamin kerja sama mereka menekan Korut terkait program nuklir dan rudalnya.
Dalam kesempatan itu, seperti dikatakan oleh Gedung Putih, Trump mengundang keduanya untuk mengunjungi Washington seperti dikutip dari Reuters, Senin (1/5/2017).
Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha, seorang mantan jenderal, memimpin sebuah pemerintahan yang didominasi militer yang mengambil alih kekuasaan dalam kudeta 2014. Pemerintahannya terlibat ketegangan dengan pendahulu Trump, Barack Obama.
Sebelumnya, Trump juga telah mengundang salah satu pemimpin negara Asia Tenggara Rodrigo Duterte ke Washington. Undangan tersebut disampaikan Duterte saat menggelar pembicaraan melalui sambungan telepon.
Telepon Trump ke tiga pemimpin Asia tersebut terjadi dua hari setelah uji coba rudal Korut. Korut kembali meluncurkan rudal yang menurut Washington dan Seoul tidak berhasil namun menimbulkan kecaman internasional yang meluas.
Trump intens menghubungi sejumlah pemimpin di Asia untuk menjamin kerja sama mereka menekan Korut terkait program nuklir dan rudalnya.
(ian)