Wamenlu Korut: Kami Akan Berperang Jika AS Terus Memprovokasi
Jum'at, 14 April 2017 - 23:57 WIB
Wamenlu Korut: Kami Akan Berperang Jika AS Terus Memprovokasi
A
A
A
PYONGYANG - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Korea Utara (Korut) Han Song-ryol mengatakan Amerika Serikat (AS) dan Presiden Donald Trump telah membuat masalah di Semenanjung Korea. Ia mengutip kicauan Trump dan AS yang mengirimkan kapal induk ke wilayah itu dan berpartisipasi dalam latihan perang terbesar yang pernah dilakukan dengan militer Korea Selatan (Korsel).
Han mengatakan bahwa dalam menghadapi tindakan tersebut, Korut akan pergi berperang jika mereka harus memilih. Mereka juga akan tetap mengembangkan program nuklirnya dan melakukan uji coba nuklir berikutnya setiap saat jika para pemimpinnya menghendaki.
"Kami pasti tidak akan menjaga lengan kami menyeberang dalam menghadapi serangan pre-emptive AS," kata Han seperti dikutip dari Associated Press, Jumat (14/4/2017).
Wamenlu Korut itu menegaskan bukan negaranya tetapi AS dan Presiden Donald Trump yang membuat masalah. Ia merujuk pada cuitan Trump yang menyebut Korut mencari masalah dan menambahkan jika China tidak melakukan bagiannya untuk mengendalikan ambisi nuklir Pyongyang, AS bisa mengatasinya.
"Trump selalu membuat provokasi dengan kata-kata yang agresif. Ini bukan DPRK tetapi AS dan Trump yang membuat masalah," tegasnya sembari menambahkan jika situasi di Semenanjung Korea sekarang seperti "lingkaran setan."
Ketegangan di Semenanjung Korea semakin dalam setelah AS mengirimkan sebuah kapal induk ke perairan semenanjung dan tengah melakukan latihan perang terbesar bersama militer Korsel. Sementara itu, Pyongyang baru saja meluncurkan sebuah rudal balistik dan beberapa ahli mengatakan negara komunis itu bisa kapan saja melakukan uji coba nuklir.
Han mengatakan bahwa dalam menghadapi tindakan tersebut, Korut akan pergi berperang jika mereka harus memilih. Mereka juga akan tetap mengembangkan program nuklirnya dan melakukan uji coba nuklir berikutnya setiap saat jika para pemimpinnya menghendaki.
"Kami pasti tidak akan menjaga lengan kami menyeberang dalam menghadapi serangan pre-emptive AS," kata Han seperti dikutip dari Associated Press, Jumat (14/4/2017).
Wamenlu Korut itu menegaskan bukan negaranya tetapi AS dan Presiden Donald Trump yang membuat masalah. Ia merujuk pada cuitan Trump yang menyebut Korut mencari masalah dan menambahkan jika China tidak melakukan bagiannya untuk mengendalikan ambisi nuklir Pyongyang, AS bisa mengatasinya.
"Trump selalu membuat provokasi dengan kata-kata yang agresif. Ini bukan DPRK tetapi AS dan Trump yang membuat masalah," tegasnya sembari menambahkan jika situasi di Semenanjung Korea sekarang seperti "lingkaran setan."
Ketegangan di Semenanjung Korea semakin dalam setelah AS mengirimkan sebuah kapal induk ke perairan semenanjung dan tengah melakukan latihan perang terbesar bersama militer Korsel. Sementara itu, Pyongyang baru saja meluncurkan sebuah rudal balistik dan beberapa ahli mengatakan negara komunis itu bisa kapan saja melakukan uji coba nuklir.
(ian)