Kongres Tolak RUU Kesehatan, Trump Meradang

Sabtu, 25 Maret 2017 - 11:44 WIB
Kongres Tolak RUU Kesehatan,...
Kongres Tolak RUU Kesehatan, Trump Meradang
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku kecewa faksi konservatif di DPR memblokir rancangan undang-undang kesehatan. Ia mengatakan belajar banyak dari kegagalannya tersebut.

Berbicara di Kantor Oval pasca kemunduran politik yang menakjubkan, Trump mengatakan RUU kesehatan adalah korban dari pendukung oposisi Demokrat. Kedepannya, setiap undang-undang kesehatan kemungkinan akan membutuhkan dukungan Demokrat.

"Kami benar-benar menguasainya. Cukup banyak di sana, ada dalam genggaman. Tapi saya akan memberitahu Anda apa yang akan datang itu adalah rancangan undang-undang yang lebih baik karena ada hal-hal dalam RUU ini yang saya tidak begitu suka. Jika kedua belah pihak bisa bersama-sama dan melakukan perawatan kesehatan yang nyata, itulah yang terbaik," katanya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (25/3/2017).

Dia juga mengatakan terkejut dan kecewa dengan sikap oposisi dari Gedung Freedom Caucus, kelompok konservatif yang mencegah Partai Republik menggunakan mayoritas mereka di DPR untuk meluluskan undang-undang itu.

Ketika ditanya apakah ia merasa dikhianati oleh Freedom Caucus, Trump mengatakan tidak merasa dikhianati.

"Tidak, aku tidak merasa dikhianati. Mereka teman-teman saya. Saya kecewa karena kami bisa meloloskannya. Jadi aku kecewa. Aku sedikit terkejut, harus jujur ??
Trump pun menjadikan kekalahan ini sebagai pengalaman. "Kita semua belajar banyak. Kami belajar banyak tentang kesetiaan. Kami belajar banyak tentang beberapa aturan yang sangat misterius dengan jelas baik di Senat maupun DPR," ujarnya bijak.

Trump juga menyatakan keyakinannya terhadap Ketua DPR Paul Ryan, yang dipandang sebagai pendukung utama undang-undang. Ryan pribadi menyampaikan berita kepada Trump yang menyatakan tidak cukup orang untuk meluluskan RUU Kesehatan yang menjadi pengganti Obamacare tersebut.

"Saya suka Ketua DPR Ryan. Dia bekerja sangat, sangat keras. Banyak kelompok yang berbeda. Dia punya banyak faksi. Dan sudah ada sejarah panjang sesuai dengan keinginan dan tidak menyukai, bahkan di dalam Partai Republik, jauh sebelum saya sampai di sini. Saya tidak akan berbicara buruk tentang siapa saja di dalam partai," tuturnya.

Trump secara pribadi telah mengatakan kepada orang kepercayaannya jika ia berharap akan melakukan reformasi pajak. Hal itu bukan untuk lari dari sulitnya merombak undang-undang kesehatan yang ditandatangani oleh Barack Obama yang kemudian dikenal sebagai Obamacare. Undang-undang ini berlaku tanpa dukungan Republik pada tahun 2010.

"Kami mungkin akan berjalan sekaran untuk reformasi pajak. Pemotongan pajak yang besar dan reformasi pajak. Itu berikutnya," kata Trump.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
47 menit yang lalu
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
1 jam yang lalu
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
2 jam yang lalu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
3 jam yang lalu
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
4 jam yang lalu
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
5 jam yang lalu
Infografis
Chronic Venous Insufficiency,...
Chronic Venous Insufficiency, Penyakit yang Diderita Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved