Inggris Sangkal Telah Menyadap Donald Trump

Rabu, 15 Maret 2017 - 10:34 WIB
Inggris Sangkal Telah...
Inggris Sangkal Telah Menyadap Donald Trump
A A A
LONDON - Pejabat keamanan Inggris membantah jika agen mata-mata Inggris telah 'menguping' Donald Trump selama dan setelah pemilu presiden Amerika Serikat (AS) tahun lalu. Pernyataan ini menyangkal tuduhan seorang analis televisi AS.

"Tuduhan yang dibuat oleh analis Fox News Andrew Napolitano sama sekali tidak benar dan terus terang tidak masuk akal," kata pejabat yang akrab dengan kebijakan operasi dan keamanan pemerintah Inggris seperti dikutip dari Reuters, Rabu (15/3/2017).

Pada program "Fox & Friends", Napolitano mengatakan bahwa daripada memerintahkan lembaga AS untuk memata-matai Trump, Obama memperoleh transkip percakapan dari Markas Komunikasi Pemerintah Inggris atau GCHQ. GCHQ adalah badan yang setara dengan Badan Keamanan Nasional AS yang memonitor komunikasi eletronik di luar negeri.

"Tiga sumber-sumber intelijen telah menginformasikan Fox News bahwa Presiden Obama mengambil kebijakan di luar rantai komando. Ia tidak menggunakan NSA, dia tidak menggunakan CIA, ia tidak menggunakan FBI dan ia tidak menggunakan Departemen Kehakiman. Ia menggunakan GCHQ," kata mantan hakim New Jersey itu.

GCHQ memiliki hubungan dekat dengan NSA, serta dengan instansi penyadapan dari Australia, Kanada dan Selandia Baru dalam konsorsium yang disebut "Lima Mata." Pejabat Inggris mengatakan bahwa di bawah hukum Inggris, GCHQ hanya bisa mengumpulkan data intelijen untuk tujuan keamanan nasional dan mencatat bahwa pemilihan AS jelas tidak memenuhi kriteria.

"GCHQ hanya bisa melakukan operasi intelijen di mana itu legal baik di AS dan Inggris untuk melakukannya," tambah pejabat itu.

Lembaga Inggris itu sendiri menolak permintaan untuk komentar.

Sebelumnya, Donald Trump memicu kontroversi dengan menyatakan mantan Presiden Barack Obama telah menyadapnya selama tahap akhir kampanye presiden 2016. Presiden dari Partai Republik ini tidak memberikan bukti atas tuduhannya yang disebut oleh juru bicara Obama sebagai tuduhan palsu.

Baca juga:
Obama Bantah Sadap Trump Selama Kampanye
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Lima Mata akan Buta...
Lima Mata akan Buta Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Berita Terkini
Presiden Lebanon Kecam...
Presiden Lebanon Kecam Hizbullah, Iran, dan IRGC: Ini Bukan Negaramu, Ini Negara Kami!
19 menit yang lalu
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
58 menit yang lalu
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
1 jam yang lalu
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
2 jam yang lalu
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
9 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
10 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved