Pemakzulan Presiden Korsel Memanas, Dua Demonstran Terbunuh

Sabtu, 11 Maret 2017 - 07:37 WIB
Pemakzulan Presiden...
Pemakzulan Presiden Korsel Memanas, Dua Demonstran Terbunuh
A A A
SEOUL - Mahkamah Konstitusi Korea Selatan (Korsel) resmi memakzulkan atau mencopot Presiden Park Geun-hye pada hari Jumat atas skandal korupsi yang melibatkan para konglomerat. Keputusan memakzulkan Presiden Park memicu situasi politik Korsel memanas, di mana dua demonstran terbunuh saat bentrok dengan polisi antihuru-hara.

Kedua demonstran terbunuh dalam bentrok di luar pengadilan konstitusi. Pencopotan Park sebagai presiden Korsel disambut dan dirayakan para demonstran anti-pemerintah Park.

”Kami melakukannya. Kami warga yang berdaulat atas negara ini, ingin membuka bab baru dalam sejarah,” kata Lee Tae-ho, pemimpin gerakan penggulingan Park yang menggerakkan massa di pusat kota Seoul. Media lokal menyebut, massa anti-Park yang turun ke jalan mencapai jutaan orang.

Terpilih secara demokratis sebagai pemimpin Korsel, Park menjadi presiden pertama yang dipaksa lengser atas skandal korupsi yang melibatkan para konglomerat perusahaan Samsung.

Sebuah pemilihan presiden baru akan diselenggarakan dalam waktu 60 hari.

Dalam sidang konstitusi kemarin, Park tidak muncul di pengadilan. Juru bicaranya menolak berkomentar dan bersumpah dia dan Park tidak akan meninggalkan Gedung Biru.

”Park tidak meninggalkan Gedung Biru hari ini,” kata juru bicara Gedung Biru, Kim Dong Jo kepada Reuters, yang dilansir Sabtu (11/3/2017).

Hakim pengadilan konstitusi, Lee Jung-mi, mengatakan bahwa Park telah melanggar konstitusi dan hukum. Park juga dinyatakan telah menyembunyikan kebenaran dan menindak para kritikus.

Namun, Park sebelumnya telah membantah melakukan kesalahan. Dengan lengsernya sebagai presiden, Park tidak lagi memiliki kekebalan hukum.

Dia kini seperti warga biasa yang bisa menghadapi tuduhan kriminal atas penyuapan, pemerasan dan penyalahgunaan kekuasaan sehubungan dengan tuduhan bersekongkol dengan temannya, Choi Soon-sil dalam skandal korupsi.
(mas)
Berita Terkait
Bungkam Korea Selatan...
Bungkam Korea Selatan 2-0, Yordania Melenggang ke Final Piala Asia 2023
Nuansa Khas Korea Selatan...
Nuansa Khas Korea Selatan di Pusat Perbelanjaan
Atlet Olimpiade Korea...
Atlet Olimpiade Korea Selatan Ikuti Kamp Militer di Pohang
Menikmati Konser Virtual...
Menikmati Konser Virtual On The K:O dan Fan Signing, Seru!
10 Mahasiswa Indonesia...
10 Mahasiswa Indonesia Lolos Program Magang di Korea Selatan
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Berita Terkini
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
45 menit yang lalu
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
2 jam yang lalu
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
2 jam yang lalu
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
3 jam yang lalu
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
4 jam yang lalu
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Delcy Rodriguez, Presiden...
Delcy Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela yang Dijuluki Harimau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved