Minggu Depan, Trump Tandatangani Aturan Baru Larangan Imigran

Jum'at, 17 Februari 2017 - 03:28 WIB
Minggu Depan, Trump...
Minggu Depan, Trump Tandatangani Aturan Baru Larangan Imigran
A A A
WASHINGTON - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) tidak akan memperjuangkan perintah eksekutif larangan imigran Presiden Donald Trump yang diblokir pengadilan federal. Sebagai gantinya, Trump akan mengajukan revisi larangan imigran.

Trump mengatakan perintah yang baru akan disesuaikan dengan keputusan pengadilan federal di negara bagian Washington. Namun ia tidak memberikan rincian perbedaannya dengan larangan imigran yang pertama.

"Satu-satunya masalah yang kita punya (terkait pemberlakukan larangan) adalah pengadilan yang buruk yang memberi kami apa yang saya anggap, dengan segala hormat, untuk menjadi keputusan yang sangat buruk," katanya seperti dikutip dari Independent, Jumat (17/2/2017).

Sebelumnya, pengadilan federal AS memblokir larangan imigran Donald Trump. Pemerintah AS pun mengajukan banding dan berujung pada kekalahan. Trump mengancam untuk membawa kasus tersebut ke Mahkamah Agung, tetapi Departemen Kehakiman telah memutuskan untuk merevisi larangan tersebut.

Presiden mengatakan ia menandatangani perintah asli untuk memerangi terorisme. Namun tak seorang pun dari tujuh negara yang dilarang tersebut menewaskan warga AS sebagai bagian dari serangan teroris sejak tahun 2001 di negara itu.

Ia juga bertanya tentang program imigrasi untuk anak tunggal pengungsi, yang disebut program Tindakan Penangguhan untuk Anak-anak Imigran (DACA). "Ini masalah yang sangat sulit. Kami harus berurusan dengan DACA menggunakan hati," katanya.

"Situasi DACA adalah hal yang sangat sulit untuk saya. Saya suka anak-anak ini. Saya punya anak, cucu-cucu. Saya merasa sangat sulit melakukan apa yang dikatakan oleh hukum tentang apa yang harus saya lakukan."
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
3 menit yang lalu
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
32 menit yang lalu
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
2 jam yang lalu
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
3 jam yang lalu
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
4 jam yang lalu
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
10 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved