Pastor Italia Dituduh Pesta dan Bikin Video Porno dengan 30 Wanita
Senin, 06 Februari 2017 - 13:08 WIB
Pastor Italia Dituduh Pesta dan Bikin Video Porno dengan 30 Wanita
A
A
A
ROMA - Pastor Andrea Contin, 48, yang mengabdi di Gereja Katolik San Lazzaro, Padua, Italia, sedang diselidiki atas tuduhan terlibat pesta pora dan memproduksi vido prono yang melibatkan 30 wanita. Contin terancam dipecat dari pelayanannya di gereja setelah dugaan skandal ini terungkap.
Kasus itu terbongkar setelah tiga dari 30 wanita yang terlibat mengajukan laporan ke pihak berwenang pada awal Desember 2016. Contin juga diselidiki atas dugaan kegiatan aneh yang dia lakukan.
“Pastor (Contin) diduga selalu membawa koper penuh dengan vibrator, mainan seks, masker dan peralatan perbudakan,” tulis media Italia Corriere del Veneto, mengutip salah satu penuduh yang melaporkan skandal itu ke pihak berwenang.
Media itu juga mengungkap salah satu kegiatan aneh Contin, di mana dia diduga meminta seorang wanita untuk berhubungan badan dengan kuda. Contin bersama sekitar 30 wanita yang disebut sebagai “lover” dilaporkan melakukan perjalanan ke resor “naturist dan swinger” di Prancis. Tak hanya itu, Contin juga dilaporkan menyimpan materi pornografi.
Sebuah investigasi sriminal sedang diluncurkan terhadap Contin dengan tuduhan melakukan serangan psikologis dan fisik dan memfasilitasi prostitusi. Skandal ini telah menarik perhatian pihak Takhta Suci Vatikan.
Pemimpin Vatikan Paus Fransiskus (Francis) mendorong Uskup Padua, Claudio Cipolla, untuk mengadakan konferensi pers guna menyampaikan sikap Gereja Katolik tentang masalah ini. Uskup Cipolla sejatinya sedang menjalankan misi keuskupan ke Amerika Latin. Tapi, dia kembali lebih awal dari jadwalnya karena skandal di Paduan yang mengusik pihak gereja.
”Saya percaya dan sedih atas tuduhan (tersebut),” kata Uskup Cipolla. Dia membandingkan posisinya sebagai “ayah” dari “anak” yang sedang jatuh dalam aib. Kendati demikian, skandal itu diklaim tidak akan mempengaruhi kegiatan gereja di Paduan.
”Keuskupan Gereja kami terus menjadi ramah dan tahu bagaimana untuk menyembuhkan penyakit yang sejauh ini terbuka dan keluar untuk semua orang,” ujar Uskup Cipolla, seperti dikutip Russia Today, Senin (6/2/2017).
Kasus itu terbongkar setelah tiga dari 30 wanita yang terlibat mengajukan laporan ke pihak berwenang pada awal Desember 2016. Contin juga diselidiki atas dugaan kegiatan aneh yang dia lakukan.
“Pastor (Contin) diduga selalu membawa koper penuh dengan vibrator, mainan seks, masker dan peralatan perbudakan,” tulis media Italia Corriere del Veneto, mengutip salah satu penuduh yang melaporkan skandal itu ke pihak berwenang.
Media itu juga mengungkap salah satu kegiatan aneh Contin, di mana dia diduga meminta seorang wanita untuk berhubungan badan dengan kuda. Contin bersama sekitar 30 wanita yang disebut sebagai “lover” dilaporkan melakukan perjalanan ke resor “naturist dan swinger” di Prancis. Tak hanya itu, Contin juga dilaporkan menyimpan materi pornografi.
Sebuah investigasi sriminal sedang diluncurkan terhadap Contin dengan tuduhan melakukan serangan psikologis dan fisik dan memfasilitasi prostitusi. Skandal ini telah menarik perhatian pihak Takhta Suci Vatikan.
Pemimpin Vatikan Paus Fransiskus (Francis) mendorong Uskup Padua, Claudio Cipolla, untuk mengadakan konferensi pers guna menyampaikan sikap Gereja Katolik tentang masalah ini. Uskup Cipolla sejatinya sedang menjalankan misi keuskupan ke Amerika Latin. Tapi, dia kembali lebih awal dari jadwalnya karena skandal di Paduan yang mengusik pihak gereja.
”Saya percaya dan sedih atas tuduhan (tersebut),” kata Uskup Cipolla. Dia membandingkan posisinya sebagai “ayah” dari “anak” yang sedang jatuh dalam aib. Kendati demikian, skandal itu diklaim tidak akan mempengaruhi kegiatan gereja di Paduan.
”Keuskupan Gereja kami terus menjadi ramah dan tahu bagaimana untuk menyembuhkan penyakit yang sejauh ini terbuka dan keluar untuk semua orang,” ujar Uskup Cipolla, seperti dikutip Russia Today, Senin (6/2/2017).
(mas)