Ancaman Tidak Digubris, Trump: Iran Bermain dengan Api
Jum'at, 03 Februari 2017 - 23:36 WIB
Ancaman Tidak Digubris, Trump: Iran Bermain dengan Api
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Iran telah bermain dengan api setelah melakukan uji coba rudal balistik. Iran dianggap tidak menggubris peringatan Trump yang menilai uji coba tersebut sebagai tidak berdasar dan provokatif.
Baca juga:
Ancaman Trump Tidak Digubris, Iran Bakal Tes Rudal Lagi
"Iran bermain dengan api, mereka tidak menghargai betapa baiknya Presiden Obama kepada mereka. Tetapi aku tidak!," cuit Trump dalam akun Twitternya seperti dikutip dari France24, Jumat (3/2/2017).
Belakangan, pemerintah AS menjatuhkan sanksi terbaru kepada Iran sebagai buntut dari uji coba tersebut. Sanksi terbaru itu diumumkan oleh Departemen Keuangan (Depkeu) AS.
Dalam pengumumannya, Depkeu AS menyatakan telah menjatuhkan sanksi kepada 13 nama individu dan 12 badan atau instansi yang terlibat dalam program rudal balistik Iran. Beberapa indvidu dan badan atau instansi tersebut berbasis di Uni Emirat Arab, Lebanon, dan China.
Mereka dijatuhkan sanksi karena dianggap berkontribusi dalam proliferasi senjata pemusnah massal dan tuduhan terorisme lainnya. Secara luas, sanksi tersebut dilihat sebagai konsekuensi dari uji coba rudal balistik yang dilakukan Iran pada akhir pekan lalu dan perintah eksekutif larangan terhadap Muslim yang diteken Trump.
Baca juga:
Ancaman Trump Tidak Digubris, Iran Bakal Tes Rudal Lagi
"Iran bermain dengan api, mereka tidak menghargai betapa baiknya Presiden Obama kepada mereka. Tetapi aku tidak!," cuit Trump dalam akun Twitternya seperti dikutip dari France24, Jumat (3/2/2017).
Belakangan, pemerintah AS menjatuhkan sanksi terbaru kepada Iran sebagai buntut dari uji coba tersebut. Sanksi terbaru itu diumumkan oleh Departemen Keuangan (Depkeu) AS.
Dalam pengumumannya, Depkeu AS menyatakan telah menjatuhkan sanksi kepada 13 nama individu dan 12 badan atau instansi yang terlibat dalam program rudal balistik Iran. Beberapa indvidu dan badan atau instansi tersebut berbasis di Uni Emirat Arab, Lebanon, dan China.
Mereka dijatuhkan sanksi karena dianggap berkontribusi dalam proliferasi senjata pemusnah massal dan tuduhan terorisme lainnya. Secara luas, sanksi tersebut dilihat sebagai konsekuensi dari uji coba rudal balistik yang dilakukan Iran pada akhir pekan lalu dan perintah eksekutif larangan terhadap Muslim yang diteken Trump.
(ian)