PM Inggris Sebut Trump Dukung NATO 100 Persen
Sabtu, 28 Januari 2017 - 17:50 WIB
PM Inggris Sebut Trump Dukung NATO 100 Persen
A
A
A
WASHINGTON - Perdana Menteri Inggris, Theresa May, melakukan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. May adalah pemimpin asing pertama yang bertemu dengan Trump pasca dilantik menjadi presiden AS.
Dalam pertemuan itu, May mengatakan jika Trump berjanji jika ia 100 persen berada di belakang NATO. Trump memicu kekhawatiran dengan pernyataannya yang menyebut NATO telah usang dan anggotanya harus membayar untuk pertahanan mereka sendiri.
"Pada pertahanan dan kerja sama keamanan, kami bersatu dalam mengakui NATO sebagai benteng pertahanan kolektif kami dan hari ini kami telah menegaskan kembali komitmen kami tidak tergoyahkan untuk aliansi ini. Presiden, saya pikir, Anda mengatakan, menegaskan bahwa Anda 100 persen di belakang NATO," kata May seperti dikutip dari Voice of America, Sabtu (28/1/2017).
"Tapi kami juga membahas pentingnya untuk terus memastikan NATO dilengkapi guna memerangi terorisme dan perang cyber agar bisa melawan bentuk-bentuk perang yang lebih konvensional," katanya.
Dalam kesempatan itu, May juga mengatakan akan berusaha mendorong para pemimpin Eropa melaksanakan komitmen mereka untuk mengalokasikan sekitar 2 persen dari PDB mereka untuk pertahanan. "Hanya dengan berinvestasi dengan benar dalam pertahanan kami dapat memastikan kami benar-benar siap untuk menghadapi tantangan bersama-sama," katanya.
Dalam pertemuan itu, May mengatakan jika Trump berjanji jika ia 100 persen berada di belakang NATO. Trump memicu kekhawatiran dengan pernyataannya yang menyebut NATO telah usang dan anggotanya harus membayar untuk pertahanan mereka sendiri.
"Pada pertahanan dan kerja sama keamanan, kami bersatu dalam mengakui NATO sebagai benteng pertahanan kolektif kami dan hari ini kami telah menegaskan kembali komitmen kami tidak tergoyahkan untuk aliansi ini. Presiden, saya pikir, Anda mengatakan, menegaskan bahwa Anda 100 persen di belakang NATO," kata May seperti dikutip dari Voice of America, Sabtu (28/1/2017).
"Tapi kami juga membahas pentingnya untuk terus memastikan NATO dilengkapi guna memerangi terorisme dan perang cyber agar bisa melawan bentuk-bentuk perang yang lebih konvensional," katanya.
Dalam kesempatan itu, May juga mengatakan akan berusaha mendorong para pemimpin Eropa melaksanakan komitmen mereka untuk mengalokasikan sekitar 2 persen dari PDB mereka untuk pertahanan. "Hanya dengan berinvestasi dengan benar dalam pertahanan kami dapat memastikan kami benar-benar siap untuk menghadapi tantangan bersama-sama," katanya.
(ian)