Lukisan Telanjang Presiden Park Hebohkan Korea Selatan

Rabu, 25 Januari 2017 - 17:34 WIB
Lukisan Telanjang Presiden...
Lukisan Telanjang Presiden Park Hebohkan Korea Selatan
A A A
SEOUL - Publik Korea Selatan (Korsel) dihebohkan dengan lukisan telanjang Presiden Park Geun-hye yang dipamerkan di Majelis Nasional pada hari Selasa. Lukisan asusila bergambar presiden perempuan yang dimakzulkan itu memicu kecaman di kalangan politisi setempat.

Semua partai politik mengutuk pameran lukisan itu, termasuk Partai Demokrat yang merupakan oposisi utama di Korsel. Mereka menyerukan agar pihak yang terlibat dalam pameran lukisan itu ditindak.

Pameran lukisan dilaporkan menjadi bagian dari protes yang dilakukan oleh anggota parlemen dari oposisi, Pyo Chang-won, atas skandal korupsi yang menyebabkan Presiden Park dimakzulkan. Pameran itu juga menampilkan lukisan ajudan Park, Choi Soon-sil, yang berada di pusaran skandal.

Lukisan berjudul “Tidur Kotor” itu menampilkan Presiden Park berbaring telanjang dan memegang rudal di dadanya. Menurut pelukis Korsel, Lee Koo Young, lukisan itu adalah parodi tiruan dari abad ke-19 berjudul “Olympia” karya Edouard Manet.

Parodi itu menampilkan seorang wanita kulit putih—yang diidentifikasi sebagai pekerja seks—menatap penonton dengan berani, sementara budaknya berkulit hitam membawakan bunganya.

Pemimpin Partai Demokrat, Woo Sang-ho, pada Rabu (25/1/2017) mengutuk pameran lukisan itu dan menyebutnya sebagai "tindak pidana". Dia mengatakan Pyo telah diadukan ke panel etik untuk karena mengatur pameran kontroversial itu. “Partai ini akan segera mengambil langkah-langkah untuk menjatuhkan hukuman melalui komite etik,” katanya, seperti dikutip The Straits Times.

Woo juga mengatakan bahwa pendukung Park yang melempari lukisan itu dan terlibat dalam protes kekerasan juga akan dihukum.

Partai berkuasa—Partai Saenuri—dan sempalannya Partai Bareun juga mengutuk pameran lukisan yang digelar Pyo. ”Insiden ini tidak hanya menghina perempuan, namun merusak reputasi negara itu,” kecam Kim Sung-eun, anggota komite darurat Partai Saenuri. Dia menyerukan agar Pyo mengundurkan diri dari parlemen.

“Seniman bebas menyindir dan membuat parodi dari politisi. Tapi kalau politisi memanfaatkan seni untuk niat politik, nilai artistik dapat terdistorsi,” imbuh pemimpin Partai Bareun, Choung Byoung-Gug.

Sementara itu, Pyo mengaku siap bertanggung jawab atas kontroversi yang dia buat. Tapi, dia mendesak agar pameran lukisan itu dihormati dalam hal kebebasan berbicara.
(mas)
Berita Terkait
Bungkam Korea Selatan...
Bungkam Korea Selatan 2-0, Yordania Melenggang ke Final Piala Asia 2023
Nuansa Khas Korea Selatan...
Nuansa Khas Korea Selatan di Pusat Perbelanjaan
Atlet Olimpiade Korea...
Atlet Olimpiade Korea Selatan Ikuti Kamp Militer di Pohang
Menikmati Konser Virtual...
Menikmati Konser Virtual On The K:O dan Fan Signing, Seru!
10 Mahasiswa Indonesia...
10 Mahasiswa Indonesia Lolos Program Magang di Korea Selatan
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Berita Terkini
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
1 jam yang lalu
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
2 jam yang lalu
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
3 jam yang lalu
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
4 jam yang lalu
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
5 jam yang lalu
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
5 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved