Pernah Dibui 18 Tahun, Pembocor Senjata Nuklir Israel Dihukum Lagi

Selasa, 24 Januari 2017 - 16:36 WIB
Pernah Dibui 18 Tahun,...
Pernah Dibui 18 Tahun, Pembocor Senjata Nuklir Israel Dihukum Lagi
A A A
TEL AVIV - Pembocor program senjata nuklir Israel, Mordechai Vanunu, dihukum lagi atas tuduhan melakukan pertemuan dengan warga asing. Whistleblower nuklir Israel ini sudah bebas tahun 2004 setelah menjalani hukuman penjara selama 18 tahun.

Hukuman baru bagi Vanunu belum diungkap otoritas pengadilan Israel. Namun, dia kemungkinan akan dimasukkan kembali ke penjara.

Vanunu merupakan mantan teknisi nuklir Israel. Setelah bebas tahun 2004, dia ditangkap lagi tahun lalu dan dikenai tiga dakwaan terkait pelanggaran tentang syarat pembebasannya.

Salah satu syarat pembebasannya adalah dia dilarang melakukan pertemuan dengan warga asing. Tapi, pembocor program senjata nuklir ini terungkap melakukan pertemuan dengan dua warga Amerika Serikat (AS) di Yerusalem timur pada 2013 tanp izin dari pemerintah Israel.

Pihak pengadilan di Israel melalui seorang juru mengatakan pertemuan rahasia Vanunu dengan dua warga asing terjadi pada pertengahan Januari 2013. Vanunu, seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (24/1/2017), akan dihadirkan kembali di pengadilan pada bulan Maret 2017 untuk menerima hukuman baru.

Vanunu mulai bekerja di fasilitas nuklir rahasia Israel di Dimona, sebuah kota di gurun Negev, pada tahun 1970-an. Pada pertengahan 1980-an, dia diam-diam mengambil sejumlah foto di dalam situs nuklir Dimona dan memberikannya kepada Sunday Times. Bocoran itu menjadi pengungkap bahwa Israel benar-benar memiliki senjata nuklir.

Pemerintah Israel bertekad untuk menuntut Vanunu atas ulahnya yang membocorkan rahasia negara. Dia sempat melarikan diri ke Inggris dan sempat memicu insiden diplomatik dengan pemerintah Inggris yang saat itu dipimpin Margaret Thatcher.

Tapi, agen mata-mata Mossad Israel melaksanakan operasi "perangkap madu” dengan mengirim agen perempuan untuk memikat Vanunu agar keluar dari London menuju Roma.

Mata-mata Mossad lainnya yang sudah menunggu di Roma, Italia, kemudian menculik Vanunu dan dibawa ke Israel. Dia lantas dihukum atas tuduhan pengkhianatan dan spionase pada tahun 1988.

Vanunu dibebaskan pada tahun 2004 tetapi dia mengklaim penganiayaan dari pemerintah Israel terus dia alami. Dia dilarang meninggalkan negara itu dan tidak boleh bergabung dengan istrinya, seorang profesor teologi Norwegia yang tinggal di Oslo.

Vanunu yang sebelumnya seorang Yahudi telah menjalani konversi ke Kristen pada tahun 1980. Dia mengatakan bahwa Israel sangat keras padanya sehingga dia menolak kembali menjadi seorang Yahudi.
(mas)
Berita Terkait
Aksi Brutal Polisi Israel...
Aksi Brutal Polisi Israel Serbu Puluhan Jemaah di Masjid Al-Aqsa
Penampakan Rudal Iran...
Penampakan Rudal Iran saat Melintas di Atas Masjid Al Aqsa
Israel Serang Kamp Al...
Israel Serang Kamp Al Maghazi di Gaza Saat Malam Natal Menewaskan 70 orang
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Israel Menembaki Warga...
Israel Menembaki Warga Gaza di Distribusi Bantuan, 155 Terluka dan 20 Tewas
Panik Dibombardir Iran,...
Panik Dibombardir Iran, Israel Minta Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
4 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
8 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
9 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
10 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
11 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
12 jam yang lalu
Infografis
Kehebatan Rudal Sijjil,...
Kehebatan Rudal Sijjil, Senjata Andalan Iran Hancurkan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved