Washington Bak Medan Perang saat Trump Dilantik, 217 Orang Ditangkap

Sabtu, 21 Januari 2017 - 07:29 WIB
Washington Bak Medan...
Washington Bak Medan Perang saat Trump Dilantik, 217 Orang Ditangkap
A A A
WASHINGTON - Kerusuhan yang pecah di jalan-jalan Washington, Amerika Serikat (AS) saat protes pelantikan Presiden Donald Trump menjadikan kota itu mirip “medan perang”. Hingga hari ini (21/1/2017), sudah 217 demonstran yang terlibat kerusuhan ditangkap dan sejumlah orang terluka.

Demonstran dalam jumlah besar mengamuk di jalan-jalan utama di Washington. Mereka dengan senjata palu merusak sejumlah bangunan yang jadi ikon kapitalisme Amerika. Mobil-mobil dirusak dan dibakar.

Bentrokan antara demonstran anti-Trump dengan polisi antihuru-hara tak terhindarkan. Polisi menembakkan gas air mata, semprotan merica dan granat kejut untuk mengatasi amuk demonstran.

Di antara tiga orang terluka, dua di antaranya petugas polisi. Ketiganya kini menerima perawatan di rumah sakit. Perumpamaan Washington sebagai "medan perang" itu muncul dari para wartawan yang memantau kerusuhan massa di Washington.

Kepolisian Washington DC telah merilis pernyataan terkait amuk massa.”Kelompok yang terorganisir terpantau di selatan Northwest, Washington. Dalam perjalanan mereka, anggota kelompok ini bertindak dalam upaya bersama, terlibat dalam tindakan vandalisme dan beberapa contoh dari perusakan property,” bunyi pernyataan kepolisian.

”Secara spesifik, kelompok merrusak kendaraan, menghancurkan properti dari beberapa bisnis, dan memicu kebakaran kecil yang terisolasi, sementara itu ada juga yang bersenjata linggis dan palu,” lanjut pernyataan kepolisian.

Kerusuhan mulai pecah sebelum Trump diambil sumpah jabatan sebagai Presiden ke-45 AS. Kerusuhan belum mereda setelah pelantikan usai.

Salah satu pengunjuk rasa, berbicara kepada IBTimes di Washington DC, menyebut reaksi polisi terhadap demonstran sudah "menjijikkan". ”Saya tidak heran, di mana saya dari bagian ini ditindak dalam protes. Ini tidak membuat hal yang benar,” kata demonstran perempuan yang menolak diidentifikasi.
(mas)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
38 menit yang lalu
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
2 jam yang lalu
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
2 jam yang lalu
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
2 jam yang lalu
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
3 jam yang lalu
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
4 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved