Rekor, Dana Sponsor Inaugurasi Trump Capai Rp1,2 Triliun

Jum'at, 20 Januari 2017 - 13:20 WIB
Rekor, Dana Sponsor...
Rekor, Dana Sponsor Inaugurasi Trump Capai Rp1,2 Triliun
A A A
WASHINGTON - Sejumlah perusahaan besar macam Boeing dan Chevron turut menyumbang untuk acara inaugurasi Donald Trump. Dana patungan itu mencapai dilaporkan mencapai USD90 juta atau Rp1 miliar lebih. Sebagai imbal balik, mereka akan disuguhi makan malam yang "intim" dengan Wakil Presiden terpilih Mike Pence dan istrinya serta jamuan makan "elegan" sebagai bagian dari perayaan.

Seperti dikutip dari Bussiness Insider, Jumat (20/1/2017), semua itu bisa terwujud jika mereka bersedia mengeluarkan dana minimal USD250 ribu atau sekitar Rp3 miliar lebih untuk membantu mendanai kegiatan inaugurasi. Nominal berdasarkan brosur yang diterima oleh sejumlah outlet berita.

Menurut Komite Pelantikan Presiden, mereka berhasil mengumpulkan dana setidaknya USD90 juta untuk membiayai perayaan. Jumlah ini adalah rekor tersendiri. Sebagai imbalannya, pihak Komite akan memberikan waktu kepada para pendonor besar untuk bertatap muka dengan pemerintahan baru. Bahkan, pendonor sebesar USD100 ribu dapat melakukan diskusi soal kebijakan dan makan malam dengan para menteri kabinet yang telah ditunjuk.

Selain raksasa penerbangan Boeing (yang dikabarkan menyumbang USD1 juta) dan perusahaan minyak Chevron (USD500 ribu), AT&T, Verizon, dan Coca Cola adalah perusahaan-perusahaan besat yang turut menyumbang untuk menyambut kehadiran Trump di Gedung Puting. Coca Cola mengatakan donasi mereka tahun ini sejalan dengan apa yang mereka berikan pada 2013 yaitu kurang lebih USD431 ribu. Verizon mengatakan memberikan kontribusi USD100 ribu untuk acara tahun ini. Sedangkan AT&T menolak untuk menyebutkan nominal yang mereka sumbangkan.

Tentu saja, perusahaan yang menyuntikan dana untuk pelantikan dapat secara signifikan mempengaruhi usulan kebijakan tim Trump dan untuk sementara bisa dikatakan dari bisnis apapun. Hal seperti ini masih sulit untuk diabaikan secara etika oleh lembaga pengawas.

"Ada alasan melayani diri sendiri untuk mendanai pelantikan," kata Craig Holman, yang mengurusi pelobi pemerintahan di Public Citizen. Holman adalah sosok yang menganjurkan mengurangi pengaruh perusahaan-perusahaan besar dalam politik.

Masa depan Boeing, misalnya, sangat bergantung pada kontrak-kontrak pertahanan AS. Trump telah mengancam untuk membatalkan Air Force One baru yang sedang dikembang Boeing. Kebijakan luar negeri Trump pun bisa memengaruhi kemampuan Boeing menjual pesawat ke negara-negara seperti Iran dan China. "Apa ini, ini adalah upaya untuk mengulur waktu buat presiden dan pejabat Kabinet," kata Holman.

Boeing sendiri menolak berkomentar ketika ditanya apakah kontribusinya bisa dilihat sebagai "membeli akses" kepada pejabat pemerintah.

Sementara seorang juru bicara Chevron mengatakan perusahaannya telah lama berpartisipasi dalam pelantikan presiden. Mereka pun telah berhasil bekerja sama dengan 23 pemerintahan presiden yang berbeda.

Seorang juru bicara komite pelantikan mengatakan kepada Associated Press bahwa kelebihan uang akan disumbangkan untuk amal, meskipun ia tidak memberikan rincian.

Menurut Wertheimer of Democracy 21 tidak ada aturan yang mengatur bagaimana panitia menggunakan dana surplus. "Mereka bisa menempatkannya di saku orang dan hanya membayar pajak di atasnya," kata Wertheimer.

Atau ada pilihan lain. "Kami tidak memiliki banyak emas di Gedung Putih, dan presiden yang masuk suka dengan emasnya," katanya.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
1 jam yang lalu
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
2 jam yang lalu
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
3 jam yang lalu
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
4 jam yang lalu
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
4 jam yang lalu
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
5 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved