Kritisi Laporan Intelijen, Wapres AS Sebut Sikap Trump Berbahaya
Jum'at, 06 Januari 2017 - 17:59 WIB
Kritisi Laporan Intelijen, Wapres AS Sebut Sikap Trump Berbahaya
A
A
A
WASHINGTON - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden meminta Presiden terpilih Donald Trump untuk tumbuh dan menjadi dewasa. Ia meminta Trump untuk berhenti menyerang orang-orang di Twitter.
"Dewasalah Donald, tumbuh, waktunya untuk menjadi dewas, kau Presiden," kata Biden dalam sebuah wawancara ketika diminta untuk mengomentari kecenderungan Trump untuk menyerang orang-orang yang bersebrangan dengannya di situs mikroblogging itu.
"Waktunya untuk melakukan sesuatu. Tunjukkan apa yang Anda miliki," sambung Biden seperti dikutip dari laman Independent, Jumat (6/1/2016).
Secara khusus, Biden menyatakan apa yang dilakukan oleh Trump benar-benar ceroboh dan berbahaya karena menolak pandangan dari badan intelijen bahwa hacker Rusia terlibat dalam pemilu AS. Trump telah berulang kali menggunakan akun Twitternya untuk meragukan klaim yang dibuat oleh semua badan intelijen AS.
"Untuk seorang presiden tidak memiliki keyakinan yang dalam, tidak siap untuk mendengarkan, mempunyai badan-badan intelijen segudang, mulai dari intelijen pertahanan higga CIA, benar-benar tidak ada artinya," kata Biden.
"Pemikiran bahwa Anda lebih tahu dari apa yang diketahui komunitas intelijen, itu seperti mengatakan aku lebih banyak tahu tentang fisika dari profesor saya, saya tidak membaca buku itu, saya hanya tahu saya tahu lebih banyak," katanya lagi.
Biden berharap perilaku Trump akan berubah setelah ia berkuasa dan pada titik tertentu akan menjadi lebih jelas lagi dengan siapa ia berkawan dan siapa yang dia lawan. Ia juga mengatakan Trump telah dikelilingi oleh orang-orang yang sangat cerdas seperti pensiunan Korps Marinir Jenderal James Mattis, yang telah ia pilih untuk Menteri Pertahanan.
"Dewasalah Donald, tumbuh, waktunya untuk menjadi dewas, kau Presiden," kata Biden dalam sebuah wawancara ketika diminta untuk mengomentari kecenderungan Trump untuk menyerang orang-orang yang bersebrangan dengannya di situs mikroblogging itu.
"Waktunya untuk melakukan sesuatu. Tunjukkan apa yang Anda miliki," sambung Biden seperti dikutip dari laman Independent, Jumat (6/1/2016).
Secara khusus, Biden menyatakan apa yang dilakukan oleh Trump benar-benar ceroboh dan berbahaya karena menolak pandangan dari badan intelijen bahwa hacker Rusia terlibat dalam pemilu AS. Trump telah berulang kali menggunakan akun Twitternya untuk meragukan klaim yang dibuat oleh semua badan intelijen AS.
"Untuk seorang presiden tidak memiliki keyakinan yang dalam, tidak siap untuk mendengarkan, mempunyai badan-badan intelijen segudang, mulai dari intelijen pertahanan higga CIA, benar-benar tidak ada artinya," kata Biden.
"Pemikiran bahwa Anda lebih tahu dari apa yang diketahui komunitas intelijen, itu seperti mengatakan aku lebih banyak tahu tentang fisika dari profesor saya, saya tidak membaca buku itu, saya hanya tahu saya tahu lebih banyak," katanya lagi.
Biden berharap perilaku Trump akan berubah setelah ia berkuasa dan pada titik tertentu akan menjadi lebih jelas lagi dengan siapa ia berkawan dan siapa yang dia lawan. Ia juga mengatakan Trump telah dikelilingi oleh orang-orang yang sangat cerdas seperti pensiunan Korps Marinir Jenderal James Mattis, yang telah ia pilih untuk Menteri Pertahanan.
(ian)