AS Kantongi Identitas Pejabat Rusia yang Meretas Email Demokrat

Jum'at, 06 Januari 2017 - 11:24 WIB
AS Kantongi Identitas...
AS Kantongi Identitas Pejabat Rusia yang Meretas Email Demokrat
A A A
WASHINGTON - CIA telah mengidentifikasi pejabat Rusia yang meretas email Komite Nasional Demokrat dan pemimpin partai untuk diberikan kepada WikiLeaks melalui pihak ketiga dibawah arahan langsung Presiden Vladimir Putin. Begitu bunyi laporan intelijen Amerika Serikat (AS) yang baru seperti diungkapkan oleh pejabat senior.

Para pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan badan intelijen AS dan badan lainnya telah menyimpulkan bahwa pemerintah Rusia meningkatkan upaya untuk mendiskreditkan proses pemilu AS untuk membantu kampanye presiden terpilih Donald Trump.

Penilaian komunitas intelijen ini telah disampaikan kepada Presiden Barack Obama pada Kamis kemarin dan akan memberikan pengarahan kepada Trump Jumat ini. Trump sendiri menolak penilaian komunitas intelijen yang menuding Rusia dalang serangan cyber selama kampanye pemilu untuk melemahkan saingannya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

"Pada bulan Oktober, menjadi jelas bahwa Rusia berusaha untuk membantu kampanye Trump," kata seorang pejabat akrab dengan laporan lengkap itu dalm kondisi anonimitas karena versi lengkap laporan itu sangat rahasia seperti dikutip dari Reuters, Jumat (6/1/2017).

Seorang pejabat juga mengatakan, dalam beberapa kasus, materi yang dibocorkan ini mengambil jalan memutar dari GRU, badan intelijen Rusia, ke WikiLeaks. Ini dilakukan untuk membuat asal usul bahan sulit dilacak, sebuah praktik umum yang digunakan oleh semua badan intelijen termasuk AS.

Perpindahan ini, kata para pejabat, diaktifkan oleh pendiri WikiLeaks Julian Assange dengan mengatakan sumber materi yang dipublikasikan websitenya bukan berasal dari pemerintah atau lembaga negara Rusia.

Rincian laporan ini muncul setelah pejabat top intelijen AS, James Clapper mengatakan bahwa ia akan lebih tegas dalam keyakinannya bahwa Rusia melancarkan serangan cyber pada Partai Demokrat selama kampanye pemilu 2016.
(ian)
Berita Terkait
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pasar Taruhan Unggulkan...
Pasar Taruhan Unggulkan Trump Menangkan Pilpres Amerika Serikat 2024
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Akui Kekalahan dari...
Akui Kekalahan dari Donald Trump di Pilpres AS, Kamala Harris Sampaikan Pidato Konsesi
Berita Terkini
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
7 menit yang lalu
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
33 menit yang lalu
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
1 jam yang lalu
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
1 jam yang lalu
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
2 jam yang lalu
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
3 jam yang lalu
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved