Presiden Korsel Tak Hadiri Sidang MK

Rabu, 04 Januari 2017 - 13:56 WIB
Presiden Korsel Tak...
Presiden Korsel Tak Hadiri Sidang MK
A A A
SEOUL - Mahkamah Konstitusi (MK) Korea Selatan (Korsel) kemarin menggelar sidang pertama peninjauan kasus pemakzulan Presiden Park Geun-hye.
Meski demikian, Park tidak hadir dalam sidang tersebut. Sidang itu digelar setelah tiga sesi persiapan sidang pada bulan lalu. Karena Park tidak hadir kemarin, maka MK hanya menggelar sidang selama sembilan menit dan menutup sidang. MK pekan lalu menetapkan bahwa Park tidak perlu hadir dalam sidang pemeriksaan pertama tersebut. ”Kami akan melakukan yang terbaik untuk bersikap adil dan meninjau kasus tersebut,” ungkap Ketua Hakim Park Han-chul, dikutip kantor berita AFP . Han-chul memimpin majelis hakim yang terdiri atas sembilan orang untuk meninjau kasus pemakzulan tersebut.
Mahkamah akan kembali menggelar sidang pada Kamis (5/1) mendatang, baik Park hadir atau tidak hadir lagi. Para pengacara Park menyatakan, kliennya tampaknya tidak akan hadir dalam sidang MK selanjutnya. Parlemen Korsel pada 9 Desember lalu menggelar voting pemakzulan Park terkait skandal korupsi yang melibatkan teman dekatnya, Choi Soon-sil. Skandal itu memicu unjuk rasa ratusan ribu orang setiap pekan untuk mendesak Park turun dari jabatannya. Meski demikian, Park tetap menolak mundur dan menyatakan dia tidak bersalah dalam skandal tersebut.
Park telah dihentikan dari tugas-tugas eksekutif dan negara itu dipimpin sementara oleh Perdana Menteri (PM) Korsel Hwang Kyo-ahn. Park dituduh berkolusi dengan Choi untuk memaksa perusahaanperusahaan besar menyumbang puluhan juta dolar ke yayasan yang dikontrol Choi. Dana itu kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi Choi. Choi saat ini diadili atas tuduhan penipuan dan penyalahgunaan kekuasaan. Kendati demikian, Choi juga menyatakan tidak bersalah dalam skandal tersebut.
Park telah beberapa kali meminta maaf atas kelalaiannya dalam berteman dengan Choi. Saat ini Park juga dituduh memerintahkan ajudannya untuk membocorkan dokumen negara pada Choi yang tidak memiliki jabatan resmi atau telah melalui pemeriksaan keamanan. Park pun disangka membiarkan Choi mencampuri urusan negara, termasuk dalam memilih para pejabat tinggi. Selain tuduhan korupsi, pemerintahan konservatif Park juga dituduh memasukkan para seniman yang kritis terhadap kebijakan pemerintah, dalam daftar hitam.
Ada juga tuduhan bahwa Park gagal merespons dengan tepat saat terjadi bencana kapal feri Sewol pada 2014 yang menewaskan lebih dari 300 orang yang sebagian besar para pelajar sekolah.
(esn)
Berita Terkait
Bungkam Korea Selatan...
Bungkam Korea Selatan 2-0, Yordania Melenggang ke Final Piala Asia 2023
Nuansa Khas Korea Selatan...
Nuansa Khas Korea Selatan di Pusat Perbelanjaan
Atlet Olimpiade Korea...
Atlet Olimpiade Korea Selatan Ikuti Kamp Militer di Pohang
Menikmati Konser Virtual...
Menikmati Konser Virtual On The K:O dan Fan Signing, Seru!
10 Mahasiswa Indonesia...
10 Mahasiswa Indonesia Lolos Program Magang di Korea Selatan
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
3 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
4 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
5 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
6 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
7 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
8 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved