Tuduh Rusia Ganggu Pemilu AS, Rezim Obama Siapkan Pembalasan

Kamis, 29 Desember 2016 - 04:43 WIB
Tuduh Rusia Ganggu Pemilu...
Tuduh Rusia Ganggu Pemilu AS, Rezim Obama Siapkan Pembalasan
A A A
WASHINGTON - Rezim pemerintah Presiden Barack Obama menyiapkan aksi pembalasan terhadap Rusia yang dituduh telah mengganggu pemilu Amerika Serikat (AS). Aksi balasan itu, salah satunya sanksi yang lebih luas terhadap Moskow.

Sumber-sumber resmi pemerintah AS mengatakan kepada CNN, yang dikutip Kamis (29/12/2016), bahwa individu yang terlibat dalam intervensi pemilu AS akan dirilis namanya.

Obama sendiri dalam sebuah wawancara pertengahan Desember, terang-terangan menuduh pemerintah Presiden Vladimir Putin ikut campur pemilu AS yang membuat Donald Trump terpilih sebagai presiden.

”Saya pikir tidak ada keraguan bahwa ketika pemerintah asing mencoba untuk mempengaruhi integritas pemilu kami, kami perlu mengambil tindakan dan kami akan memilih waktu dan tempatnya sendiri,” ujar Obama.

Ketika ditanya tentang aksi balasan, Obama mengatakan;”Beberapa mungkin secara eksplisit dan dipublikasikan, beberapa mungkin tidak.”

“Presiden Rusia Vladimir Putin sangat menyadari perasaan saya tentang hal ini, karena saya berbicara kepadanya secara langsung tentang hal ini,” ujar Obama.

Belum jelas, kapan pembalasan dari AS terhadap Rusia ini benar-benar diluncurkan. Sebab, Obama secara resmi akan digantikan Donald Trump pada 20 Januari mendatang.

Sebuah analisis rahasia CIA yang dibocorkan Washington Post awal Desember lalu mengungkap bahwa hacker yang melakukan peretasan email Komite Nasional Partai Demokrat (DNC) yang dokumennya diserahkan kepada WikiLeaks, terkait dengan Kremlin. Rusia dan WikiLeaks telah membantah laporan itu.

Sedangkan Trump dengan tegas menolak setiap tuduhan bahwa Rusia telah membantu memenangkan dirinya dalam pemilu AS. Trump mengatakan tuduhan itu “konyol” dan “menggelikan”.

Kendati demikian, juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, terang-terangan menuduh Rusia menolong Trump dalam pemilu AS. ”Jelas disadari bahwa Rusia terlibat dan keterlibatan mereka membuat dampak negatif pada kampanye lawannya,” ujar Earnest mengacu pada kubu Trump.
(mas)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Berita Terkini
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
1 jam yang lalu
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
2 jam yang lalu
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
3 jam yang lalu
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
4 jam yang lalu
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
5 jam yang lalu
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
6 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved