Israel Klaim Punya Bukti Obama Otak Resolusi DK PBB
Selasa, 27 Desember 2016 - 12:52 WIB
Israel Klaim Punya Bukti Obama Otak Resolusi DK PBB
A
A
A
YERUSALEM - Juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersikeras pihaknya memiliki bukti yang kuat bahwa pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) berada di balik resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB. Namun Israel menyerahkan kepada Presiden AS terpilih, Donald Trump, apakah akan membeberkannya atau tidak.
Dalam sebuah wawancara dengan CNN, David Keyes dua kali menolak pernyataan Gedung Putih yang menyangkal jika AS ikut membantu mendorong resolusi itu dimana AS memilih abstein.
"Yang bisa saya katakan adalah kami memiliki informasi itu dan itu sangat jelas bagi kami. Ini tidak diragukan lagi dan kami akan menyampaikannya melalui saluran yang tepat," kata Keyes seperti dikutip dari CNN, Selasa (27/12/2016).
Ia menambahkan bahwa ada informasi yang kuat dari dunia Arab dan internasional bahwa pemerintahan Obama membantu dengan licik dan mempromosikan resolusi. Meski begitu, Keyes tidak mau mengungkapkan bukti itu saat ini.
"Itu adalah sesuatu yang harus dibagi dengan pemerintahan baru dan itu adalah terserah mereka untuk menyebarkannya atau tidak," ucap Keyes.
Keyes juga mengaku tidak percaya hasil voting terhadap resolusi itu akan berbeda jika Obama dan Netanyahu memiliki hubungan yang lebih erat. "Saya tidak berpikir ini adalah persoalan pribadi. Saya pikir itu adalah perbedaan dalam pandangan dunia," katanya.
Meski begitu, Keyes tetap mengkritik pemerintahan Obama, mengklaim kegagalan AS untuk memveto resolusi adalah salah satu tembakan perpisahan Presiden Obama. Keyes pun menampik kekhawatiran resolusi itu akan menyebabkan keretakan permanen hubungan antara AS dan Israel.
"Ini tidak akan menjadi penghentian hubungan antara AS dan Israel atau sesuatu yang seperti itu. Kami berharap dapat beker dengan pemerintahan baru," tukas Keyes.
Dalam sebuah wawancara dengan CNN, David Keyes dua kali menolak pernyataan Gedung Putih yang menyangkal jika AS ikut membantu mendorong resolusi itu dimana AS memilih abstein.
"Yang bisa saya katakan adalah kami memiliki informasi itu dan itu sangat jelas bagi kami. Ini tidak diragukan lagi dan kami akan menyampaikannya melalui saluran yang tepat," kata Keyes seperti dikutip dari CNN, Selasa (27/12/2016).
Ia menambahkan bahwa ada informasi yang kuat dari dunia Arab dan internasional bahwa pemerintahan Obama membantu dengan licik dan mempromosikan resolusi. Meski begitu, Keyes tidak mau mengungkapkan bukti itu saat ini.
"Itu adalah sesuatu yang harus dibagi dengan pemerintahan baru dan itu adalah terserah mereka untuk menyebarkannya atau tidak," ucap Keyes.
Keyes juga mengaku tidak percaya hasil voting terhadap resolusi itu akan berbeda jika Obama dan Netanyahu memiliki hubungan yang lebih erat. "Saya tidak berpikir ini adalah persoalan pribadi. Saya pikir itu adalah perbedaan dalam pandangan dunia," katanya.
Meski begitu, Keyes tetap mengkritik pemerintahan Obama, mengklaim kegagalan AS untuk memveto resolusi adalah salah satu tembakan perpisahan Presiden Obama. Keyes pun menampik kekhawatiran resolusi itu akan menyebabkan keretakan permanen hubungan antara AS dan Israel.
"Ini tidak akan menjadi penghentian hubungan antara AS dan Israel atau sesuatu yang seperti itu. Kami berharap dapat beker dengan pemerintahan baru," tukas Keyes.
(ian)