Tegang dengan AS, Kapal Induk China Latihan Militer di Pasifik Barat

Minggu, 25 Desember 2016 - 08:29 WIB
Tegang dengan AS, Kapal...
Tegang dengan AS, Kapal Induk China Latihan Militer di Pasifik Barat
A A A
BEIJING - Media China melaporkan kapal induk China, Liaoning, akan mengambil bagian dalam latihan militer di Pasifik Barat. Liaoning akan menjadi bagian dari pembentukan angkatan laut nasional yang lebih luas yang dikirim ke wilayah tersebut.

"Liaoning akan melakukan latihan militer di Pasifik Barat," kata juru bicara Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat, Liang Yang, begitu laporan China Global Times seperti disitir dari Russia Today, Minggu (25/12/2016).

Hal ini diyakini menjadi yang pertama kalinya kapal induk tersebut berpartisipasi dalam pelatihan laut terbuka.

Pada hari Sabtu kemarin, Liaoning ikut latihan perang Angkatan Laut yang sedang berlangsung di Laut Kuning. Dalam latikan itu Liaoning mendapat dukungan dari kapal perusak dan fregat. Latihan juga melibatkan jet tempur buatan China sendiri J-15, yang ditugaskan terbang dari Liaoning.

Kementerian Pertahanan China juga mengumumkan bahwa kapal induk itu dijadwalkan akan mengikuti pelatihan lintas laut dan uji coba. Menurut Global Times, Liaoning akan melakukan latihan lebih lanjut di bagian lain dari wilayah maritim China yang meliputi Laut Bohai, Laut Kuning, Laut Cina Timur dan Laut Cina Selatan.

Liaoning adalah kapal induk kelas Admiral Kuznetsov yang awalnya diluncurkan untuk Uni Soviet pada tahun 1988. Cina memperoleh kapal yang tidak utuh dari Ukraina sepuluh tahun kemudian dan mengoperasikan kapal induk itu pada tahun 2012.

Potensi penyebaran pesawat untuk Pasifik Barat akan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China. Wilayah Laut Cina Selatan, di mana Liaoning beroperasi, telah menjadi salah satu alasan di balik berbagai ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Baik AS dan China saling menuduh satu sama lain melakukan pameran kekuatan senjata dan penyebaran militer. China mengklaim Laut China Selatan adalah wilayahnya dan kerap mencegah patroli Angkatan Laut AS yang mengatakan sah untuk melakukannya karena kebebasan navigasi.
(ian)
Berita Terkait
Duterte: Konflik dengan...
Duterte: Konflik dengan China Pasti Berujung Pertumpahan Darah
Menlu Filipina kepada...
Menlu Filipina kepada China: Keluar dari Laut China Selatan!
Klaim China Terhadap...
Klaim China Terhadap Fitur di Laut China Selatan Bisa Picu Serangan Balasan
Gentayangan di LCS,...
Gentayangan di LCS, China Sebut Pesawat Intai Australia Ancam Kedaulatan
Menhan Filipina: Beijing...
Menhan Filipina: Beijing Ingin Caplok Lebih Banyak Wilayah di Laut China Selatan
Bersitegang dengan China,...
Bersitegang dengan China, Filipina Bangun Stasiun Pemantau di LCS
Berita Terkini
Pakar Asal AS Ini Yakin...
Pakar Asal AS Ini Yakin Rusia Dijamin Memenangkan Perang Ukraina, Ini 4 Alasannya
29 menit yang lalu
5 Fakta Pidato Trump...
5 Fakta Pidato Trump di Jamuan Jurnalis Gedung Putih, Ingin Jadi Capres pada Pilpres Mendatang
1 jam yang lalu
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
4 jam yang lalu
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
4 jam yang lalu
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
7 jam yang lalu
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
8 jam yang lalu
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved