Cuaca Tak Bersahabat Hambat Evakuasi Warga dan Pemberontak di Aleppo
Kamis, 22 Desember 2016 - 19:26 WIB
Cuaca Tak Bersahabat Hambat Evakuasi Warga dan Pemberontak di Aleppo
A
A
A
DAMASKUS - Ribuan pemberontak dan pejuang masih menunggu untuk dievakuasi dari benteng pemberontak terakhir di Aleppo tapi cuaca yang tidak bersahabat menyulitkan evakuasi tahap terakhir. Begitu pernyataan seorang juru bicara pemberontak.
"Sebagian besar masih tersisa tapi sulit untuk memperkirakan berapa banyak mengingat ada ribuan orang di luar sana," kata juru bicara kelompok pemberontak Ahrar al Sham yang terlibat dalam negosiasi, Ahmed Kara Ali seperti dikutip dari Reuters, Kamis (22/12/2016).
Pejabat pemberontak lainnya mengatakan badai salju yang melanda Suriah utara dan angka pasti warga sipil yang masih tersisa menjadi sejumlah faktor di balik keterlambatan evakuasi.
"Jumlah warga sipil, mobil mereka dan tentu saja cuaca semua membuat evakuasi lambat," kata kepala sayap politik Ahrar al Sham, Munir al-Sayal.
Sayal mengatakan ia berharap evakuasi berakhir sebelum malam jika tidak ada halangan dan hal-hal berjalan normal. "Jika berhasil dengan cara seperti biasa, kita harus melakukannya malam ini," kata pejabat senior pemberontak kepada Reuters.
"Sebagian besar masih tersisa tapi sulit untuk memperkirakan berapa banyak mengingat ada ribuan orang di luar sana," kata juru bicara kelompok pemberontak Ahrar al Sham yang terlibat dalam negosiasi, Ahmed Kara Ali seperti dikutip dari Reuters, Kamis (22/12/2016).
Pejabat pemberontak lainnya mengatakan badai salju yang melanda Suriah utara dan angka pasti warga sipil yang masih tersisa menjadi sejumlah faktor di balik keterlambatan evakuasi.
"Jumlah warga sipil, mobil mereka dan tentu saja cuaca semua membuat evakuasi lambat," kata kepala sayap politik Ahrar al Sham, Munir al-Sayal.
Sayal mengatakan ia berharap evakuasi berakhir sebelum malam jika tidak ada halangan dan hal-hal berjalan normal. "Jika berhasil dengan cara seperti biasa, kita harus melakukannya malam ini," kata pejabat senior pemberontak kepada Reuters.
(ian)