Kepala HAM PBB Ingin Klaim Duterte Habisi Pejahat Diselidiki

Rabu, 21 Desember 2016 - 09:43 WIB
Kepala HAM PBB Ingin...
Kepala HAM PBB Ingin Klaim Duterte Habisi Pejahat Diselidiki
A A A
NEW YORK - Komisi HAM PBB telah mendesak Filipina untuk meluncurkan penyelidikan pembunuhan yang dilakukan oleh Presiden Rodrigo Duterte dan semua pembunuhan dalam perang terhadap narkoba. Duterte sebelumnya mengaku ia membunuh tiga orang saat menjabat sebagai walikota Davao.

Dalam pertemuan dengan pengusaha pekan lalu, Duterte mengaku saat menjabat sebagai walikota Davao ia secara pribadi membunuh penjahat sambil berkeliaran di jalan-jalan. Ia mengaku menghabisi tiga orang yang terlibat dalam kasus penculikan saat baku tembak dengan polisi di tahun 1980-an.

Baca juga:
Duterte Bunuh Tersangka Narkoba dengan Tangannya Sendiri


"Pihak berwenang peradilan Filipina harus menunjukkan komitmen mereka untuk menegakkan hukum dan kemerdekaan mereka dari eksekutif dengan meluncurkan penyelidikan pembunuhan," kata Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, Zeid Ra'ad Al Hussein, mengacu pada klaim Duterte ini.

"Pembunuhan yang dijelaskan oleh Presiden Duterte juga melanggar hukum internasional, termasuk hak untuk hidup, kebebasan dari kekerasan dan kekuatan, proses hukum dan pengadilan yang adil, perlindungan yang sama di depan hukum dan tidak bersalah sampai terbukti bersalah," kata Zeid dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Rabu (21/12/2016).

Dia juga mengatakan sangat sedikit informasi tentang penuntutan terhadap sejumlah pembunuhan baru-baru ini, meskipun polisi melakukan penyelidikan terhadap ribuan pembunuhan terhadap warga.

"Investigasi yang kredibel dan independen harus segera dibuka atas pembunuhan di Davao, serta terhadap jumlah pembunuhan yang mengejutkan yang terjadi di seluruh negara itu sejak Duterte menjadi presiden," kata Zeid.
(ian)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Filipina Sebut Pelaku...
Filipina Sebut Pelaku Pemboman di Jolo 2 Wanita, Salah Satunya WNI
Berita Terkini
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
2 jam yang lalu
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
3 jam yang lalu
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
5 jam yang lalu
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
6 jam yang lalu
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
7 jam yang lalu
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
8 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved