Kremlin Bantah Keterlibatan Putin dalam Serangan Cyber AS
Jum'at, 16 Desember 2016 - 09:12 WIB
Kremlin Bantah Keterlibatan Putin dalam Serangan Cyber AS
A
A
A
MOSKOW - Kremlin membantah laporan media yang menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin turun langsung dalam serangan cyber ke Amerika Serikat (AS) untuk mempengaruhi hasil pemilu AS. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menyebut laporan tersebut menggelikan.
Peskov menyatakan ia bisa mengetahui jika laporan tersebut adalah sebuah omong kosong yang menggelikan. "Pernyataan-pernyataan ini, seperti omong kosong, yang tidak punya alasan," kata Peskov seperti dikutip dari TASS, Jumat (16/12/2016).
Hal senada juga diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov. Dalam wawancara yang disiarkan NBC News, Lavrov mengatakan laporan tentang keterlibatan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam peretasan pemilihan presiden AS hanyalah omong kosong.
"Saya tercengang ketika melihatnya. Saya pikir, ini hanyalah omong kosong, tidak ada kesempatan bahwa siapa pun bisa percaya hal itu," ucap Lavrov.
NBC News sebelumnya mengutip sumber pejabat tinggi di dinas rahasia AS menyatakan bahwa Presiden Rusia secara pribadi terlibat dalam serangan cyber pemilu. Serangan cyber itu berupaya untuk mengubah hasil pemilihan presiden AS dengan memberikan dukungan kepada kandidat Partai Republik Donald Trump.
Baca juga:
Putin Disebut Terlibat Langsung dalam Serangan Cyber Pemilu AS
Peskov menyatakan ia bisa mengetahui jika laporan tersebut adalah sebuah omong kosong yang menggelikan. "Pernyataan-pernyataan ini, seperti omong kosong, yang tidak punya alasan," kata Peskov seperti dikutip dari TASS, Jumat (16/12/2016).
Hal senada juga diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov. Dalam wawancara yang disiarkan NBC News, Lavrov mengatakan laporan tentang keterlibatan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam peretasan pemilihan presiden AS hanyalah omong kosong.
"Saya tercengang ketika melihatnya. Saya pikir, ini hanyalah omong kosong, tidak ada kesempatan bahwa siapa pun bisa percaya hal itu," ucap Lavrov.
NBC News sebelumnya mengutip sumber pejabat tinggi di dinas rahasia AS menyatakan bahwa Presiden Rusia secara pribadi terlibat dalam serangan cyber pemilu. Serangan cyber itu berupaya untuk mengubah hasil pemilihan presiden AS dengan memberikan dukungan kepada kandidat Partai Republik Donald Trump.
Baca juga:
Putin Disebut Terlibat Langsung dalam Serangan Cyber Pemilu AS
(ian)