Diancam Diseret ke ICC terkait Perang Narkoba, Duterte Ledek Barat

Selasa, 29 November 2016 - 02:42 WIB
Diancam Diseret ke ICC...
Diancam Diseret ke ICC terkait Perang Narkoba, Duterte Ledek Barat
A A A
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte meledek negara-negara Barat yang mengancam akan menyeretnya ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas tuduhan pembiaran pembunuhan di luar hukum dalam perang melawan narkoba di Filipina. Duterte menyebut ancaman itu omong kosong.

Pemimpin Filipina itu juga mengolok-olok pengacara Eropa yang dia anggap bodoh. ”Para pengacara Eropa memiliki otak seperti kacang,” ujarnya.

Pada bulan Oktober lalu, jaksa ICC Fatou Bensouda mengatakan bahwa pengadilan memiliki yurisdiksi untuk mengadili mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan di luar hukum di Filipina. Pihaknya bahkan mengaku sedang mencari pejabat negara yang ”memesan, meminta, mendorong atau memberikan kontribusi” atas kejahatan terhadap kemanusiaan.

Selama pidato pada hari Senin, Duterte merasa komentar jaksa ICC itu sebagai isyarat untuk membidiknya. ”Anda menakut-nakuti saya bahwa Anda akan memenjarakan saya? International Criminal Court (ICC)? Bullshit (omong kosong),” katanya, seperti dikutip Reuters, Selasa (29/11/2016).

Menurut Presiden Filipina, Amerika Serikat (AS) berada di belakang upaya untuk menempatkannya di balik jeruji besi.

”Amerika sendiri mengancam memenjarakan saya di Pengadilan Pidana Internasional. (Negara) ini tidak menandatangani keanggotaan itu (ICC). Mengapa? Karena pada saat itu, mereka takut (mantan Presiden George W.) Bush akan menghadapinya,” katanya. Bush selama ini dianggap bertanggung jawab atas invasi Irak yang membuat negara itu mengalami kekacauan.

Tidak seperti Manila, Washington tidak pernah menandatangani Statuta Roma dan bukan bagian dari ICC yang berbasis Den Haag.

Menurut Duterte, AS dan sekutu-sekutunya tidak tahu bagaimana kuburan masalah terkait perdagangan dan penggunaan metamfetamin adalah di Filipina. Duterte mengaku siap untuk ”membusuk di penjara” demi mencapai tujuannya dalam memberantas narkoba di negaranya.

Sebelumnya, Duterte mengecam ICC yang dia sebut tidak berguna. Dia bahkan mengisyaratkan bahwa Filipina kemungkinan akan mengikuti langkah Rusia yang menarik diri dari keanggotaan ICC.
(mas)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Filipina Sebut Pelaku...
Filipina Sebut Pelaku Pemboman di Jolo 2 Wanita, Salah Satunya WNI
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
15 menit yang lalu
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
1 jam yang lalu
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
4 jam yang lalu
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
5 jam yang lalu
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
5 jam yang lalu
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
7 jam yang lalu
Infografis
Kirim Tentara ke Tel...
Kirim Tentara ke Tel Aviv, AS Bisa Terseret Perang Iran-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved