Ini Penyebab Kekalahan Hillary Versi Obama

Selasa, 15 November 2016 - 15:43 WIB
Ini Penyebab Kekalahan...
Ini Penyebab Kekalahan Hillary Versi Obama
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, mempunyai pandangan berbeda terkait kekalahan kompatriotnya Hillary Clinton dalam pemilu presiden beberapa waktu lalu. Padahal, Hillary adalah favorit kuat untuk melanjutkan pekerjaan Obama di Gedung Putih.

Berbeda dengan Hillary Clinton yang menyebut direktur FBI James Comey sebagai biang kerok kekalahannya, Obama justru menunjuk ketidakmampuan Hillary muncul di mana-mana selama kampanye menjadi penyebab kekalahannya. Obama mengatakan ketidakmampuan Hillary untuk menjangkau pemilih kulit putih non-perkotaan seperti yang ia lakukan selama kemenangannya dalam pemilu Presiden 2008 dan 2012 adalah alasan utama mengapa Trump mengalahkannya.

"Bagaimana kita mengatur dari segi politik saya pikir adalah sesuatu yang harus kita pikirkan. Saya percaya jika kita memiliki ide yang lebih baik, tapi saya juga percaya jika ide yang baik tidak akan berguna jika masyarakat tidak mendengarnya," kata Obama seperti dikutip dari Express, Selasa (15/11/2016).

"Dan salah satu masalah Demokrat yang jelas adalah, mengingat distribusi penduduk di seluruh negeri, kita harus bersaing di mana-mana. Kami harus menunjukkan di mana-mana. Kami harus bekerja pada tingkat akar rumput, sesutu yang menjadi benang dalam alur karir politik saya," imbuhnya.

Obama pun mendesak partainya untuk mengadopsi strategi 50-negara dan menyorot kesuksesannya di Iowa sebagai blue print untuk pertempuran pemilu berikutnya.

"Anda tahu, saya memenangkan Iowa bukan karena demografi yang menentukan bahwa saya akan menang di Iowa. Itu karena saya menghabiskan 87 hari di setiap kota kecil, pekan raya, dan balai kota serta beberapa distrik di mana saya mungkin akan kalah, tapi mungkin saya hanya kehilangan 20 poin bukan 50 poin," katanya.

"Ada beberapa kabupaten yang saya menangkan dimana orang tidak menyangkanya karena orang-orang disana berkesempatan bertemu denganmu dan mendengarkan mu dan mendapatkan perasaan yang anda pegang teguh dan perjuangkan," imbuhnya.
(ian)
Berita Terkait
Ini Dia Presiden Amerika...
Ini Dia Presiden Amerika Serikat Paling Narsis Berdasarkan Penelitian
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Ketika Hillary Clinton...
Ketika Hillary Clinton Diteriaki Penjahat Perang saat Berpidato
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Hillary Clinton Tuduh...
Hillary Clinton Tuduh Trump Tutupi Epstein Files, Desak Dirilis Total
Berita Terkini
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
2 jam yang lalu
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
3 jam yang lalu
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
3 jam yang lalu
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 jam yang lalu
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
4 jam yang lalu
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
5 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved