Jadi Presiden Baru AS, Trump Diminta Ampuni Bos WikiLeaks

Jum'at, 11 November 2016 - 16:40 WIB
Jadi Presiden Baru AS,...
Jadi Presiden Baru AS, Trump Diminta Ampuni Bos WikiLeaks
A A A
WASHINGTON - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald John Trump, diminta agar mengampuni pendiri situs anti-kerahasiaan WikiLeaks, Julian Assange. Permintaan ampunan untuk bos WikiLeaks itu muncul dalam situs petisi yang disuarakan para pendukung Assange.

Assange saat ini masih bersembunyi di Kedutaan Besar Ekuador di London, Inggris. Dia masih diburu aparat keamanan Swedia atas tuduhan memperkosa seorang perempuan, meski Assange berkali-kali membantah.

Assange percaya tuduhan itu sebagai trik agar dia ditangkap dan diekstradisi ke AS karena WikiLeaks telah membocorkan berbagai dokumen rahasia AS.

Para pendukung Assang mengatakan, pendiri WikiLeaks itu seharusnya dihormati sebagai pahlawan karena berjasa membongkar praktik korupsi para elite politik AS. Selama kampanye pemilihan presiden (Pilpres) AS, WikiLeaks juga tanpa henti membocorkan skandal email Partai Demokrat dan Hillary Clinton yang merupakan rival utama Donald Trump.

Lebih dari 5.000 orang pendukung Assange telah menandatangani petisi yang ditujukan kepada presiden terpilih AS Donald Trump. Dalam petisi itu, mereka meminta Trump mengampuni Assange dan menghapus tuduhan “kejahatan” terhadapnya.

”Julian Assange telah dianiaya dan diburu oleh orang-orang yang diekspos atas kebohongan dan penipuan mereka terhadap masyarakat dunia,” bunyi petisi permohonan ampunan di situs Change.org.

”Assange telah memberi sorot cahaya terang kepada orang-orang yang korupsi yang memerintah kami,” lanjut petisi itu, yang dikutip Jumat (11/11/2016).

Seruan agar Trump mengampuni Assange juga muncul disejumlah media sosial. Tindakan Assange dianggap berani, karena bocoran WikiLeaks turut berjasa mencegah Hillary Clinton menjadi penguasa AS yang dikhawatirkan akan meluncurkan Perang Dunia III.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pasar Taruhan Unggulkan...
Pasar Taruhan Unggulkan Trump Menangkan Pilpres Amerika Serikat 2024
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Akui Kekalahan dari...
Akui Kekalahan dari Donald Trump di Pilpres AS, Kamala Harris Sampaikan Pidato Konsesi
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
1 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
2 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
2 jam yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
3 jam yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
3 jam yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved