Bunuh Pacar yang Beber Korupsinya, Eks Kepala Polisi di China Dihukum Mati

Jum'at, 11 November 2016 - 13:41 WIB
Bunuh Pacar yang Beber...
Bunuh Pacar yang Beber Korupsinya, Eks Kepala Polisi di China Dihukum Mati
A A A
BEIJING - Sebuah pengadilan di China menjatuhkan hukuman mati terhadap mantan kepala polisi di wilayah Mongolia utara. Bekas kepala polisi itu dihukum mati atas tuduhan membunuh wanita yang merupakan pacarnya, karena membeberkan praktik korupsi dirinya selama menjabat.

Mantan kepala polisi itu juga dituduh menerima suap sekitar 2 juta yuan atau sekitar Rp3,9 miliar, membunuh, serta memiliki senjata api dan bahan peledak.

Media Pemerintah China, Xinhua, pada Jumat (11/11/2016) melaporkan, pengadilan di Kota Taiyuan, Provinsi Shanxi utara memutuskan bahwa mantan kepala polisi bernama Zhao Liping, 65, bersalah karena membunuh seseorang bermarga Li pada Maret tahun lalu.

Dia juga dinyatakan bersalah menerima suap sekitar 2 juta yuan dan menyimpan 91 detonator ilegal di kantornya saat bekerja sebagai kepala polisi periode 2008-2010. Zhao pertama menjadi kepala polisi daerah pada tahun 2005 dan telah bekerja sebagai polisi selama hampir tiga dekade.

”Sifat pembunuhan Zhao Liping adalah tak bermoral, plot keji, kejam, berbahaya terhadap masyarakat,” bunyi keterangan pengadilan dalam putusannya.

Menurut pengadilan, Zhao menolak untuk mengaku bersalah, sehingga harus dihukum berat. Dia ditahan atas dugaan pembunuhan seorang wanita tahun lalu dan secara resmi didakwa pada Februari 2016.

Media pemerintah China sebelumnya mengatakan korban adalah kekasihnya, yang dia tikam dan ditembak dan kemudian dibakar tubuh setelah korban mengancam akan membeberkan perilaku korupsinya.

Presiden China Xi Jinping telah menekankan perlunya pejabat untuk menjadi teladan kebajikan dan untuk menegakkan moralitas publik dalam upayanya untuk mengembalikan disiplin Partai Komunis yang berkuasa.

Sejak dia menjadi ketua partai pada 2012, Xi telah mengobarkan perang terhadap korupsi di internal partai. Dia memperingatkan bahwa kegagalan untuk membasmi korupsi dapat membahayakan kelangsungan hidup partai.
(mas)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
1 jam yang lalu
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
1 jam yang lalu
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
2 jam yang lalu
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
2 jam yang lalu
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
2 jam yang lalu
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
3 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved