Obama Berharap Trump Tidak Lakukan Balas Dendam Politik
Kamis, 10 November 2016 - 05:33 WIB
Obama Berharap Trump Tidak Lakukan Balas Dendam Politik
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama berharap tradisi mereka yang berkuasa tidak menggunakan sistem peradilan pidana terhadap lawan-lawannya akan terus berlanjut. Hal tersebut diungkapkan juru bicara Gedung Putih ketika ditanya tentang janji presiden terpilih Donald Trump akan memenjarakan saingannya Hillary Clinton.
"Kami punya tradisi panjang di negara ini. Mereka yang berkuasa tidak menggunakan sistem peradilan pidana untuk membalas dendam politik. Presiden berharap bahwa hal ini akan terus berlanjut," kata Josh Earnest seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/11/2016).
Sebelumnya, Selama kampanyenya, Trump mengatakan bahwa jika dia menang, Hillary mungkin akan berakhir dengan jaksa penuntut khusus untuk menangani kasusnya.
"Jika saya menang, saya akan menginstruksikan Jaksa Agung saya untuk menunjuk jaksa khusus guna memeriksa situasi Anda. Karena tidak pernah ada begitu banyak kebohongan, begitu banyak penipuan," katanya saat debat Capres pada 10 Oktober lalu.
Menurut manajer kampanye Trump, Kellyanne Conway, pihaknya tidak dapat mengesampingkan untuk menunjuk jaksa khusus untuk menyelidiki skandal email Hillary. Namun hal ini tidak akan dibahas dalam waktu dekat karena saat ini Trump dan wakilnya lebih memfokuskan diri untuk persatuan bangsa.
Baca juga:
Trump Jadi Presiden, Masa Depan Hillary Diujung Tanduk
"Kami punya tradisi panjang di negara ini. Mereka yang berkuasa tidak menggunakan sistem peradilan pidana untuk membalas dendam politik. Presiden berharap bahwa hal ini akan terus berlanjut," kata Josh Earnest seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/11/2016).
Sebelumnya, Selama kampanyenya, Trump mengatakan bahwa jika dia menang, Hillary mungkin akan berakhir dengan jaksa penuntut khusus untuk menangani kasusnya.
"Jika saya menang, saya akan menginstruksikan Jaksa Agung saya untuk menunjuk jaksa khusus guna memeriksa situasi Anda. Karena tidak pernah ada begitu banyak kebohongan, begitu banyak penipuan," katanya saat debat Capres pada 10 Oktober lalu.
Menurut manajer kampanye Trump, Kellyanne Conway, pihaknya tidak dapat mengesampingkan untuk menunjuk jaksa khusus untuk menyelidiki skandal email Hillary. Namun hal ini tidak akan dibahas dalam waktu dekat karena saat ini Trump dan wakilnya lebih memfokuskan diri untuk persatuan bangsa.
Baca juga:
Trump Jadi Presiden, Masa Depan Hillary Diujung Tanduk
(ian)