Ucapkan Selamat, Israel Minta Trump Pindahkan Kedubes AS ke Yerusalem

Kamis, 10 November 2016 - 00:22 WIB
Ucapkan Selamat, Israel...
Ucapkan Selamat, Israel Minta Trump Pindahkan Kedubes AS ke Yerusalem
A A A
YERUSALEM - Sejumlah pejabat Israel mengirimkan ucapan selamat kepada presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump. Mereka pun langsung menagih janji Trump saat kampanye dulu.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengucapkan selamat kepada Donald Trump setelah pengusaha eksentrik itu terpilih sebagai presiden AS. Netanyahu menyebut Trump sebagai teman sejati dari Israel.

"Kami akan bekerja sama untuk memajukan keamanan, stabilitas dan perdamaian di wilayah kami. Hubungan yang kuat antara AS dan Israel di dasarkan pada nilai-nilai kebersamaan, kepentingan bersama, dan tujuan bersama," kata Netanyahu seperti dikutip dari Washington Post, Rabu (9/11/2016).

Sementara itu Walikota Yerusalem Nir Barkat bersorak "Mazel Tov, Bapak Presiden!" di akun Twitternya. Ia pun kemudian mengingatkan Trump akan janjinya yang akan memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke ibukota yang diklaim Israel, Yerusalem. AS tidak mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel karena menunggu negosiasi penyelesaian konflik antara Israel dan Palestina.

Sedangkan Wakil Menteri Luar Negeri Tzipi Hotovely, diplomat top Israel, menimpali bahwa ia ingin Trump untuk memenuhi sumpah kampanyenya untuk mengakui Yerusalem. "Itu akan menjadi sebuah langkah bersejarah yang penting," katanya.

Pemimpin partai Rumah Yahudi Israel yang juga Menteri Pendidikan, Naftali Bennett, menyambut baik kemenangan Trump. "Ini kesempatan yang luar biasa bagi Israel untuk segera mengumumkan niatnya guna menyingkirkan ide mendirikan Palestina di jantung negara, yang merupakan sebuah pukulan langsung terhadap keamanan dan keadilan kami," katanya.

Bennett mengatakan jelas baginya bahwa Trump mendukung pandangan ini, sebagaimanan tercermin dalam platform Partai Republik yang pro Israel. "Era negara Palestina berakhir," tegas Bennett.

Dari sisi lain, pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina, Saeb Erekat, mengingatkan Trump bahwa solusi dua negara telah menjadi kebijakan resmi dari semua administrasi AS sebelumnya, Republik dan Demokrat.

Seorang juru bicara Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas mengatakan, "Kami siap untuk bekerjasama dengan presiden terpilih atas dasar solusi dua negara dan untuk mendirikan negara Palestina di perbatasan tahun 1967."
(ian)
Berita Terkait
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pasar Taruhan Unggulkan...
Pasar Taruhan Unggulkan Trump Menangkan Pilpres Amerika Serikat 2024
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Akui Kekalahan dari...
Akui Kekalahan dari Donald Trump di Pilpres AS, Kamala Harris Sampaikan Pidato Konsesi
Berita Terkini
Perang Iran Makin Sengit,...
Perang Iran Makin Sengit, AS Keluarkan Travel Warning Seluruh Dunia untuk Warganya
36 menit yang lalu
100 Jet Tempur dari...
100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
1 jam yang lalu
Wali Kota New York Ngotot...
Wali Kota New York Ngotot Ingin Tangkap PM Israel Netanyahu: 'Dia Penjahat Perang'
2 jam yang lalu
Perang Iran Makin Panas,...
Perang Iran Makin Panas, AS Kerahkan Banyak Jet Tempur Siluman F-35 ke Timur Tengah
3 jam yang lalu
Para Turis Israel Dipukuli...
Para Turis Israel Dipukuli di Montenegro, Diteriaki 'Pelaku Genosida Gaza'
4 jam yang lalu
2 Tentaranya Tewas,...
2 Tentaranya Tewas, AS Luncurkan Serangan Baru untuk Menghukum Iran dengan Cepat
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved