Kontroversi, Eks Diktator Marcos Dikubur di Makam Pahlawan Filipina

Selasa, 08 November 2016 - 16:27 WIB
Kontroversi, Eks Diktator...
Kontroversi, Eks Diktator Marcos Dikubur di Makam Pahlawan Filipina
A A A
MANILA - Mahkamah Agung Filipina pada Selasa (8/11/2016), membuka jalan untuk penguburan mantan diktator Ferdinand Marcos di makam pahlawan Filipina, setelah kematiannya tahun 1989. Keputusan Mahkamah Agung melalui voting itu telah memicu kontroversi di kalangan publik Filipina.

Marcos meninggal tepat tiga tahun setelah digulingkan rakyat Filipina melalui revolusi. Hasil voting para hakim agung, menyatakan 9-5 setuju bekas diktator itu dimakamkan layaknya pahlawan.

Putusan Mahkamah Agung itu mengabaikan petisi yang diajukan para aktivis sayap kiri dan korban pelanggaran hak asasi manusia. Pemerintah Presiden Rodrigo Duterte memerintahkan agar Marcos dimakamkan di pemakaman pahlawan di Manila selatan.

Perintah itu sekaligus untuk memenuhi janji kampanye Duterte saat maju sebagai calon presiden Filipina.

Putra Marcos—yang bernama serupa—Ferdinand Marcos Jr, menggambarkan keputusan Mahkamah Agung sebagai keputusan ”murah hati”. ”Harapan itu akan memimpin bangsa menuju penyembuhan,” katanya mengacu pada perpecahan di kalangan rakyat Filipina selepas penggulingan Marcos.

Juru bicara Presiden Duterte, Ernesto Abella, menilai putusan Mahkamah Agung mempertimbangkan nasib bangsa Filipina ke depan. ”Kami berharap masalah ini akhirnya akan dikuburkan, dan bahwa negara menemukan sarana untuk bergerak maju dan terus menempa bangsa yang damai, adil dan adil untuk semua,” katanya, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters.

Lebih dari seratus pendukung Marcos, membawa bendera Filipina, mengenakan T-shirt Marcos dan berkumpul di luar Mahkamah Agung. Mereka besorak menyambut putusan itu.

Namun, kelompok anti-Marcos marah atas putusan Mahkamah Agung. ”Ini bukan hanya hari yang menyedihkan, itu adalah hari kemarahan untuk korban kediktatoran, bagi para korban darurat militer dan untuk generasi yang mengalami fasisme yang paling buruk,” ujar Renato Reyes, sekretaris jenderal kelompok aktivis sayap kiri Bayan, dalam sebuah pernyataan.

”Protes kami akan merongrong Marcos sampai ke kuburnya. Kami akan tanpa lelah kampanye sehingga generasi mendatang tidak akan pernah lupa. Dan kami akan terus menangis untuk keadilan bagi semua korban Marcos,” lanjut dia.

Marcos memerintah Filipina selama 20 tahun. Selama Marcos berkuasa, keluarga dan kroninya mengumpulkan sekitar USD10 miliar dari “kekayaan haram”. Komisi terkait menemukan, ribuan tersangka pemberontak komunis dan musuh politik Marcos tewas.
(mas)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Rencanakan Pemboman,...
Rencanakan Pemboman, 'Calon Pengantin' Perempuan Diciduk Tentara Filipina
Berita Terkini
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
1 jam yang lalu
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
2 jam yang lalu
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
3 jam yang lalu
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
4 jam yang lalu
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
4 jam yang lalu
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved