Penyelidikan Terbaru FBI: Hillary Bebas Dakwaan Skandal Email

Senin, 07 November 2016 - 08:15 WIB
Penyelidikan Terbaru...
Penyelidikan Terbaru FBI: Hillary Bebas Dakwaan Skandal Email
A A A
WASHINGTON - Direktur FBI James Comey mengatakan kepada Kongres Amerika Serikat (AS) bahwa penyelidikan terbaru soal skandal email Hillary Clinton disimpulkan bahwa kandidat presiden Partai Demokrat itu bebas dakwaan. Penyelidikan terbaru FBI terhadap server email pribadi Hillary ini sempat membuat kubu Partai Demokrat termasuk Presiden Barack Obama kesal.

Comey mengatakan bahwa timnya telah bekerja sepanjang waktu, mempelajari email pada laptop milik suami dari seorang pembantu terdekat Hillary. Kesimpulannya, FBI tidak mengubah keputusan penyelidikan sebelumnya yang menyatakan Hillary “bersih” dari skandal email.

Pada bulan Juli, FBI mengatakan tidak ada dakwaan dalam kasus yang menyeret istri mantan Presiden Bill Clinton ini. ”(Kami) tidak mengubah kesimpulan kami bahwa kami menyatakan pada bulan Juli sehubungan dengan (Mantan) Menteri Luar Negeri (Hillary) Clinton,” tulis Comey dalam suratnya kepada Kongres pada hari Minggu, yang dilansir Reuters, Senin (7/11/2016).

Sejak akhir Oktober, Direktur FBI telah jadi sasaran kecaman kubu Partai Demokrat setelah memutuskan untuk membuka penyelidikan terbaru kasus skandal email Hillary. Pasalnya, pengumuman bos FBI ini hanya berselang beberapa pekan menjelang Pemilu AS dan berdampak pada popularitas Hillary sebagai kandidat presiden.

Ada sekitar 650 ribu email yang ditemukan di laptop milik mantan anggota Kongres Anthony Weiner yang telah digunakan oleh istrinya, Huma Abedin, pembantu terdekat Hillary Clinton.

Juru bicara kampanye Hillary, Jennifer Palmieri, mengaku senang dengan hasil penyelidikan FBI. Meski demikian, ketua kampanye Hillary Clinton, John Podesta, menuduh Direktur FBI melakukan kesalahan dengan mengungkapkan penyelidikan terbaru baru kasus skandal email.

”Saya pikir pria dan wanita dari FBI melakukan pekerjaan yang luar biasa di sini, di seluruh negeri, tetapi leakers (pembocor) harus tutup mulut,” kata Podesta dalam sebuah wawancara dengan NBC News di program ”Meet the Press”.

Sementara itu, tim kampanye kandidat presiden Partai Republik Donald Trump dan Komite Nasional Partai Republik (RNC) tak peduli dengan kesimpulan akhir FBI. Menurut mereka, hasil penyelidikan terbaru FBI tidak mengubah fakta bahwa informasi rahasia AS sudah ditempatkan pada risiko oleh Hillary.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pasar Taruhan Unggulkan...
Pasar Taruhan Unggulkan Trump Menangkan Pilpres Amerika Serikat 2024
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Akui Kekalahan dari...
Akui Kekalahan dari Donald Trump di Pilpres AS, Kamala Harris Sampaikan Pidato Konsesi
Berita Terkini
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
47 menit yang lalu
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
1 jam yang lalu
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
2 jam yang lalu
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
2 jam yang lalu
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 jam yang lalu
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
4 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA...
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved