Tegang, Rusia Diyakini Bakal Kirim Kapal Induk Dekati Inggris

Sabtu, 15 Oktober 2016 - 08:13 WIB
Tegang, Rusia Diyakini...
Tegang, Rusia Diyakini Bakal Kirim Kapal Induk Dekati Inggris
A A A
LONDON - Angkatan Laut Ingggris meyakini Rusia akan mengirim armada kapal induk mendekati wilayah Inggris akhir bulan ini setelah kedua negara bersitegang soal krisis Suriah. Inggris dan sekutu NATO-nya sedang menyusun rencana untuk mengawal hingga delapan kapal perang Rusia yang diyakini akan mendekati wilayah Inggris.

Angkatan Laut Inggris percaya Kremlin akan menggunakan pelayaran armada kapal induk sebagai kesempatan untuk menunjukkan kekuatan saat melintasi selat Inggris. Armada kapal induk Rusia juga diyakini akan menggelar latihan militer di kawasan lepas pantai Inggris dan Prancis.

Persiapan Angkatan Laut Inggris itu muncul setelah Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson berkomentar yang memanaskan ketegangan kedua negara. Johnson mengatakan bahwa dia ingin melihat demonstrasi di luar Kedutaan Rusia di London atas peran Moskow dalam konflik Suriah.

Kapal induk Rusia yang diprediksi akan mendekati wilayah Inggris adalah kapal Admiral Kuznetsov dengan berat 55.000 ton. Militer Inggris memprediksi kapal induk Rusia berserta rombongannya tersebut akan bermanuver “kucing-tikus” melintasi Atlantik Utara menuju Teluk Biscay dan kemudian ke Laut Mediterania.

Salah satu sumber Angkatan Laut NATO mengatakan kapal Rusia akan meninggalkan Severomorsk di dekat Murmansk dan bisa mendekati wilayah Inggris beberapa pekan lagi.

“Ini tidak mendapatkan kami terkejut, kami bekerja sampai apa yang harus dilakukan dan kami semua di atasnya. Hal yang paling mungkin adalah bahwa mereka akan pergi melalui Laut Utara, menyusuri Selat Dover dan melalui Selat (Inggris),” katanya.

”Mereka bahkan mungkin berhenti di lepas pantai North East,” ujar sumber Angkatan Laut NATO itu, seperti dikutip Telegraph, Sabtu (15/10/2016).

Kapal perang Angkatan Laut Inggris Type 23 fregat dan Type 45 sedang dipersiapkan untuk memantau armada kapal induk Rusia jika setiap saat muncul. Selain itu, pesawat mata-mata RAF Rivet Joint, C130 Hercules dan jet Typhoon juga akan siaga.

Tapi sumber mengatakan, dengan singkat Royal Navy kapal dan pelaut, kapal perang harus dialihkan dari misi lainnya untuk memenuhi kapal Rusia.

Militer Rusia memang pernah mengumumkan akan mengirim armada kapal induk Admiral Kuznetsov ke Laut Mediterania dan siaga di lepas pantai Suriah hingga lima bulan. Armada kapal induk itu akan memperkuat militer Rusia yang melakukan operasi di Suriah membantu pasukan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Namun, Rusia tidak menyebut armada kapal induk itu akan melewati Selat Inggris.
(mas)
Berita Terkait
Kirim Pesan ke Putin,...
Kirim Pesan ke Putin, Inggris Bangun 6 Pabrik Senjata Baru
Ingin Melumpuhkan Ekonomi...
Ingin Melumpuhkan Ekonomi Kremlin, Inggris Siapkan Skenario Serangan ke Kapal Tanker Rusia
Ukraina Amankan Kesepakatan...
Ukraina Amankan Kesepakatan Senjata Rp33 Triliun dengan Inggris
Rusia: NATO Dibentuk...
Rusia: NATO Dibentuk untuk 'Ciptakan' Keributan, Bukan Perdamaian
Inggris Ingin Beri Rusia...
Inggris Ingin Beri Rusia Jaminan Ini Soal NATO dan Ukraina
Kepala Staf Pertahanan...
Kepala Staf Pertahanan Inggris: Peluang Konflik dengan Rusia Sangat Kecil
Berita Terkini
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
14 menit yang lalu
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
1 jam yang lalu
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
2 jam yang lalu
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
10 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
12 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
13 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved