Buntut Rekaman Cabul Trump, Dari Cercaan Hingga Pencabutan Dukungan
Minggu, 09 Oktober 2016 - 10:13 WIB
Buntut Rekaman Cabul Trump, Dari Cercaan Hingga Pencabutan Dukungan
A
A
A
WASHINGTON - Beredarnya rekaman cabul calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump berbuntut panjang. Sejumlah politisi Partai Republik ramai-ramai mencerca dan memintannya untuk mundur, bahkan sampai ada yang menarik dukungannya.
Baca juga:
Rekaman Nakalnya Bocor, Capres AS Donald Trump Minta Maaf
Senator Arizona sekaligus tokoh Partai Republik, John McCain, menarik dukungannya kepada Donald Trump. Hal itu diungkapkan langsung McCain dalam sebuah pernyataan. "Saya ingin mendukung calon dari partai kami. Dia bukan pilihan saya, tapi sebagai calon masa lalu, saya pikir penting bagi saya menghormati fakta bahwa Donald Trump memenangkan mayoritas delegasi sesuai aturan partai kami. Saya pikir saya berhutang rasa hormat kepada pendukungnya," kata McCain.
"Tapi perilaku Donald pekan ini, dengan komentarnya yang merendahkan perempuan dan membanggakan kekerasan seksual memberikan kesimpulan, tidak mungkin untuk terus memberikan dukungan bahkan dengan syarat untuk pencalonannya," imbuhnya McCain seperti dikutip dari Los Angeles Times, Minggu (9/10/2016).
Sementara itu politisi Partai Republik lainnya, Condoleezza Rice menyerukan Trump untuk mundur dari pencalonan presiden AS. Mantan Sekretaris Negara di era Presiden George W. Bush itu mengatakan ia berharap mendukung seseorang yang memiliki martabat dan bermutu untuk menjadi presiden. "Cukup! Donald Trump tidak bisa menjadi presiden. Dia harus menarik diri," kata Rica di akun Facebooknya seperti dikutip dari New York Times.
Sedangkan Ketua DPR AS, Paul D. Ryan mengaku "sakit" dengan perilaku Trump dan batal mengundangnya dalam sebuah acara di Wisconsin. Mantan lawan utama Trump macam Carly Fiorian dan John Kasich meminta Trump untuk mundur. Kasich bahkan menyatakan bahwa tanda peringatan telah menjadi kenyataan dan ia tidak akan memilih Trump.
Bahkan calon wakil presiden Trump, Mike Pence juga ikut bersuara terkait skandal tersebut. Pence menyatakan bahwa pernyataan yang berasal dari sebuah rekaman tahun 2005 itu tidak pantas mendapatkan pembelaan.
Baca juga:
Rekaman Nakalnya Bocor, Capres AS Donald Trump Minta Maaf
Senator Arizona sekaligus tokoh Partai Republik, John McCain, menarik dukungannya kepada Donald Trump. Hal itu diungkapkan langsung McCain dalam sebuah pernyataan. "Saya ingin mendukung calon dari partai kami. Dia bukan pilihan saya, tapi sebagai calon masa lalu, saya pikir penting bagi saya menghormati fakta bahwa Donald Trump memenangkan mayoritas delegasi sesuai aturan partai kami. Saya pikir saya berhutang rasa hormat kepada pendukungnya," kata McCain.
"Tapi perilaku Donald pekan ini, dengan komentarnya yang merendahkan perempuan dan membanggakan kekerasan seksual memberikan kesimpulan, tidak mungkin untuk terus memberikan dukungan bahkan dengan syarat untuk pencalonannya," imbuhnya McCain seperti dikutip dari Los Angeles Times, Minggu (9/10/2016).
Sementara itu politisi Partai Republik lainnya, Condoleezza Rice menyerukan Trump untuk mundur dari pencalonan presiden AS. Mantan Sekretaris Negara di era Presiden George W. Bush itu mengatakan ia berharap mendukung seseorang yang memiliki martabat dan bermutu untuk menjadi presiden. "Cukup! Donald Trump tidak bisa menjadi presiden. Dia harus menarik diri," kata Rica di akun Facebooknya seperti dikutip dari New York Times.
Sedangkan Ketua DPR AS, Paul D. Ryan mengaku "sakit" dengan perilaku Trump dan batal mengundangnya dalam sebuah acara di Wisconsin. Mantan lawan utama Trump macam Carly Fiorian dan John Kasich meminta Trump untuk mundur. Kasich bahkan menyatakan bahwa tanda peringatan telah menjadi kenyataan dan ia tidak akan memilih Trump.
Bahkan calon wakil presiden Trump, Mike Pence juga ikut bersuara terkait skandal tersebut. Pence menyatakan bahwa pernyataan yang berasal dari sebuah rekaman tahun 2005 itu tidak pantas mendapatkan pembelaan.
(ian)