Israel Maafkan Duterte soal Penyamaan Hitler dalam Perang Narkoba
Kamis, 06 Oktober 2016 - 01:38 WIB
Israel Maafkan Duterte soal Penyamaan Hitler dalam Perang Narkoba
A
A
A
MANILA - Pemerintah Israel melalui diplomatnya di Manila, telah menerima permintaan maaf Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang menyamakan perang melawan narkoba dengan peristiwa Holocaust. Dalam sebuah pidato, Duterte mengaku akan senang membantai jutaan pecandu dan gembong narkoba seperti Hitler yang senang membantai jutaan warga Yahudi di masa lalu.
Penyamaan aksi pemimpin Nazi Adolf Hitler dengan perang narkoba di Filipina itu telah memicu kemarahan sejumlah negara serta para pemimpin komunitas Yahudi di AS. Duta Besar Israel untuk Filipina, Effie Ben Matityau, mengaku sudah menerima permintaan maaf Presiden Duterte.
”Dia adalah Presiden. Dia mengatakan itu tidak pernah sengaja, sehingga kami menerima permintaan maafnya,” kata Matityau. Duterte meminta maaf sembari mengunjungi rumah ibadah Yahudi atau sinagog di Filipina.
”Dari awal kita tahu kepribadiannya, dan kami tahu itu tidak disengaja,” lanjut Matityau kepada wartawan, seperti dikutip Philstar, Kamis (6/10/2016). Duta Besar Israel itu melanjutkan, kunjungan Presiden Duterte ke rumah ibadah umat Yahudi melambangkan pencarian jiwa, pengampunan dan penebusan.
”Presiden menegaskan apa yang sudah jelas dan diketahui, bahwa dia tidak bermaksud tidak hormat kepada orang-orang Yahudi. Mengacu pada kehidupan pribadinya, istrinya Elizabeth Zimmerman sebenarnya adalah putri dari seorang ayah Yahudi yang menemukan Filipina sebagai tempat tinggal dan rumah,” kata Matityau dalam sebuah posting di akun Facebook-nya.
Menurut Matityau, Duterte menyatakan rasa hormatnya untuk orang-orang Yahudi dan Israel. Duterte, lanjut dia, telah menyampaikan kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, soal keinginannya untuk memperkuat hubungan Filipina dengan Israel.
Penyamaan aksi pemimpin Nazi Adolf Hitler dengan perang narkoba di Filipina itu telah memicu kemarahan sejumlah negara serta para pemimpin komunitas Yahudi di AS. Duta Besar Israel untuk Filipina, Effie Ben Matityau, mengaku sudah menerima permintaan maaf Presiden Duterte.
”Dia adalah Presiden. Dia mengatakan itu tidak pernah sengaja, sehingga kami menerima permintaan maafnya,” kata Matityau. Duterte meminta maaf sembari mengunjungi rumah ibadah Yahudi atau sinagog di Filipina.
”Dari awal kita tahu kepribadiannya, dan kami tahu itu tidak disengaja,” lanjut Matityau kepada wartawan, seperti dikutip Philstar, Kamis (6/10/2016). Duta Besar Israel itu melanjutkan, kunjungan Presiden Duterte ke rumah ibadah umat Yahudi melambangkan pencarian jiwa, pengampunan dan penebusan.
”Presiden menegaskan apa yang sudah jelas dan diketahui, bahwa dia tidak bermaksud tidak hormat kepada orang-orang Yahudi. Mengacu pada kehidupan pribadinya, istrinya Elizabeth Zimmerman sebenarnya adalah putri dari seorang ayah Yahudi yang menemukan Filipina sebagai tempat tinggal dan rumah,” kata Matityau dalam sebuah posting di akun Facebook-nya.
Menurut Matityau, Duterte menyatakan rasa hormatnya untuk orang-orang Yahudi dan Israel. Duterte, lanjut dia, telah menyampaikan kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, soal keinginannya untuk memperkuat hubungan Filipina dengan Israel.
(mas)