Malam Ini, Aktivis Perempuan Coba Terobos Blokade Gaza

Rabu, 05 Oktober 2016 - 17:47 WIB
Malam Ini, Aktivis Perempuan...
Malam Ini, Aktivis Perempuan Coba Terobos Blokade Gaza
A A A
ANKARA - Sejumlah aktivis perempuan akan berlayar ke Gaza untuk menerobos blokade yang dilakukan oleh Israel. Dalam situsnya, para aktivis perempuan ini menyatakan akan menerobos blokade itu pada malam ini.

Berkomitmen pada gerakan anti kekerasan, para aktivis berharap untuk mencapai kantung Palestina secara damai. "Kami berkomitmen penuh untuk mencapai Gaza," kata Marama Davidson, seorang anggota parlemen Selandia Baru yang merupakan salah satu dari 13 perempuan di atas kapal Zaytouna-Oliva.

"Kami memiliki pesan yang dikirimkan oleh seorang perempuan dan menunggu untuk bertemu kami. Saya tidak sabar untuk memeluk beberapa bayi yang pernah kulihat berfoto di pantai. Tidak ada alasan untuk gugup. Kami hadir tanpa ancaman dan berkomitmen dengan anti kekerasan," sambungnya seperti dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (5/10/2016).

Pada tahun 2010, aksi serupa berakhir dengan tragedi ketika enam kapal yang membawa bantuan ke Gaza diserbu oleh pasukan Israel. Dalam serangan itu, pasukan komando Israel menewaskan 10 aktivis Turki di kapal Mavi Marmara.

"Itu mengerikan, tidak perlu brutal menyerang warga sipil tak bersenjata. Ada seperti kemarahan publik setelah serangan di kapal Turki bahwa Israel tidak berani melakukan hal seperti itu lagi," kata Ann Wright, seorang pensiunan diplomat AS yang berada di atas kapal armada tersebut. Wright adalah pemimpin gerakan Kapal Boat Perempuan untuk Misi ke Gaza (Women's Boat to Gaza) dan berharap situasi yang sama tidak akan terulang.

Dalam kasus ditahan oleh pasukan Israel, Wright mengatakan para wanita kemungkinan besar akan dibawa ke darat, didata dan dideportasi. Wright sendiri telah delapan kali melamkukan misi ke Gaza,

Aktivis lainnya yang ada dalam kapal Zaytouna-Oliva adalah peraih Hadiah Nobel Perdamaian dari Irlandia Mairead Maguire, anggota parlemen dari Swedia dan Aljazair, seorang atlet Olimpiade dari Afrika Selatan dan seorang dokter Malaysia. Mereka berlayar dari Barselona pada bulan lalu.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
2 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
4 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
5 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
6 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
8 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved