Menteri Jerman Mengaku Tak Pernah Minta Iran Akui Israel
Rabu, 05 Oktober 2016 - 16:55 WIB
Menteri Jerman Mengaku Tak Pernah Minta Iran Akui Israel
A
A
A
TEHERAN - Juru bicara pemerintah Iran, Mohammad Baqer Nobakht mengatakan, Menteri Luar Negeri German Sigmar Gabriel mengaku tidak pernah mendesak Iran untuk mengakui Israel. Pengakuan itu, lanjut Nobakht, terucap saat Gabriel bertemu dengan pejabat tinggi Iran di Teheran."Ketika Gabriel datang ke Iran, saya bertanya mengapa dia mengatakan hal seperti itu, sementara ia adalah salah satu pejabat perintis yang datang ke Iran setelah kesepakatan nuklir," kata Nobakht, seperti dilansir Russia Today pada Rabu (5/10).
"Dia jelas mengatakan, bahwa mereka (media) telah mendistorsi komentarnya. Menurutnya, ia datang ke Iran saat ini tanpa prasyarat apapun dan bahwa pihaknya menghormati pandangan Iran," sambungnya,
Nobakht menambahkan, dalam pertemuan tersebut Teheran tidak akan pernah mengakui Israel. "Tidak ada negara yang dapat mengatur prasyarat bagi kami. Kami hidup dengan keyakinan kami," tegasnya.
Pekan lalu, dalam sebuah wawancara dengan majalah Jerman, Der Spiegel menjelang kunjungan ke Iran, Gabriel dilaporkan akan meminta Iran untuk berdamai dan mengakui Israel. Ia mengatakan, Iran hanya bisa menormalkan hubungan persahabatan dengan Jerman ketika menerima hak Israel untuk eksis.
Gabriel sejatinya pernah membuat pernyataan serupa saat melakukan kunjungan ke Iran tahun lalu. Ketika itu ia mengatakan, Iran harus mengakui Israel dalam rangka untuk memiliki hubungan ekonomi dengan Jerman.
"Dia jelas mengatakan, bahwa mereka (media) telah mendistorsi komentarnya. Menurutnya, ia datang ke Iran saat ini tanpa prasyarat apapun dan bahwa pihaknya menghormati pandangan Iran," sambungnya,
Nobakht menambahkan, dalam pertemuan tersebut Teheran tidak akan pernah mengakui Israel. "Tidak ada negara yang dapat mengatur prasyarat bagi kami. Kami hidup dengan keyakinan kami," tegasnya.
Pekan lalu, dalam sebuah wawancara dengan majalah Jerman, Der Spiegel menjelang kunjungan ke Iran, Gabriel dilaporkan akan meminta Iran untuk berdamai dan mengakui Israel. Ia mengatakan, Iran hanya bisa menormalkan hubungan persahabatan dengan Jerman ketika menerima hak Israel untuk eksis.
Gabriel sejatinya pernah membuat pernyataan serupa saat melakukan kunjungan ke Iran tahun lalu. Ketika itu ia mengatakan, Iran harus mengakui Israel dalam rangka untuk memiliki hubungan ekonomi dengan Jerman.
(esn)