WikiLeaks Janji Rilis Sejuta Dokumen Rahasia Terkait Pilpres AS

Rabu, 05 Oktober 2016 - 02:22 WIB
WikiLeaks Janji Rilis...
WikiLeaks Janji Rilis Sejuta Dokumen Rahasia Terkait Pilpres AS
A A A
BERLIN - Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, berjanji situs anti-kerahasiaan yang dia dirikan akan menerbitkan sekitar satu juta dokumen yang terkait dengan Pemilu Presiden (Pilpres) Amerika Serikat dan tiga pemerintah lainnya. Namun, Assange membantah manuver WikiLeaks ini untuk menghantam kandidat presiden Hillary Clinton.

Assange, 45, yang berbicara melalui jaringan video, mengatakan dokumen rahasia akan dirilis sebelum Pilpres AS 8 November 2016 atau beberapa pekan ke depan. Pria asal Australia ini masih bersembunyi di Kedutaan Ekuador di London di mana dia memperoleh suaka ketika hendak ditangkap aparat Swedia atas tuduhan melakukan pemerkosaan.

Dia mengkritik Hillary Clinton, kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat yang mengecam kerja WikiLeaks setelah membocorkan banyak dokumen rahasia yang terkait dengan Komite Nasional Demokrat pada musim panas tahun ini.

Menurutnya, klaim bahwa dokumen yang dirilis WikiLeaks untuk menghantam Hillary merupakan klaim yang salah kutip. ”Materi yang WikiLeaks akan terbitkan sebelum akhir tahun ini dari momen yang sangat signifikan dalam arah yang berbeda, yang mempengaruhi tiga organisasi yang kuat di tiga negara yang berbeda, serta proses Pemilu AS,” katanya dalam sebuah video di sebuah acara ulang tahun ke-10 WikiLeaks, sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (5/10/2016).

Dokumen-dokumen yang akan dibocorkan, ujar Assange, akan fokus pada perang, senjata, minyak, penyadapan massal, raksasa teknologi Google dan Pilpres AS. Tapi, dia menolak untuk memberikan rincian apapun terkait materi itu.

”Telah ada kesalahan kutip dari saya dan publikasi WikiLeaks yang menyebut bahwa kami bermaksud untuk menyakiti Hillary Clinton atau saya berniat untuk menyakiti Hillary Clinton atau bahwa saya tidak suka Hillary Clinton. Semua (klaim) orang itu salah,” katanya.

Assange juga mengisyaratkan perubahan dalam cara kerja dan pendanaan WikiLeaks. Menurutnya, kelompok pembocor dokumen rahasia itu akan segera membuka diri untuk keanggotaan baru.

Assange mengatakan WikiLeaks ingin memperluas hubungan yang sudah bekerja dengan 100 outlet media. Kepada para wartawan yang berkumpul di sebuah teater di Berlin, Assange mengatakan jika suatu saat dia harus mundur, dia mengimbau pendukungnya untuk mendanai pekerjaannya.
(mas)
Berita Terkait
Ini Dia Presiden Amerika...
Ini Dia Presiden Amerika Serikat Paling Narsis Berdasarkan Penelitian
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Ketika Hillary Clinton...
Ketika Hillary Clinton Diteriaki Penjahat Perang saat Berpidato
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Hillary Clinton Tuduh...
Hillary Clinton Tuduh Trump Tutupi Epstein Files, Desak Dirilis Total
Berita Terkini
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
26 menit yang lalu
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
53 menit yang lalu
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
2 jam yang lalu
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
3 jam yang lalu
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
4 jam yang lalu
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved