Hillary dan Trump Debat soal NATO, Nuklir hingga Perang AS

Selasa, 27 September 2016 - 10:12 WIB
Hillary dan Trump Debat...
Hillary dan Trump Debat soal NATO, Nuklir hingga Perang AS
A A A
NEW YORK - Debat pertama dua kandidat Presiden Amerika Serikat (AS); Hillary Rodham Clinton dan Donald John Trump, terus berlanjut siang ini (27/9/2916). Mediator debat Lester Holt yang juga penyiar NBC News, menyodorkan sederet pernyataan, mulai dari perlu tidaknya aliansi NATO, isu nuklir hingga kebijakan perang AS.

Menjawab soal perlu tidaknya aliansi NATO, Trump mengatakan bahwa AS tidak bisa menjadi polisi dunia. Trump meluruskan opini publik yang beranggapan aliansi NATO tidak perlu. Menurutnya, yang dia maksud adalah AS tetap berada di NATO, tapi sekutu-sekutu NATO harus membayar ke AS secara adil.

”Anda harus mengerti saya orang bisnis, saya punya akal sehat; kami membela mereka, mereka setidaknya harus membayar kami,” kata Trump.

Argumen itu dia manfaatkan untuk mengejak Hillary. "Saya memiliki penilaian yang jauh lebih baik daripada dia (Hillary), tidak ada pertanyaan tentang itu. Saya juga memiliki temperamen yang jauh lebih baik daripada dia (Hillary),” ujar Trump yang disambut tawa riuh penonton.

Terkait isu senjata nuklir, Trump mengatakan bahwa dia tidak akan menyerang pertama kali dengan senjata nuklir. Dia juga menyarankan China untuk pergi ke Korea Utara, sebagai upaya mengekang program senjata nuklir rezim Kim Jong-un yang dianggap berbahaya.

Trump juga menyebut kesepakatan nuklir dengan Iran, yang di dalamnya melibatkan AS akan menjadi bencana.

Soal isu senjata nuklir, Hillary menyerang Trump yang pernah mengatakan agar AS membiarkan negara-negara Asia memiliki senjata nuklir sendiri agar tidak bergantung pada Washington. Hillary menantang argumen Trump itu.

Sedangkan soal kebijakan perang AS di masa lalu, Hillary menuduh Trump menganjurkan AS untuk invasi ke Irak. Trump kaget dengan tuduhan itu dan mengatakan;”Itu salah. Salah.”

Tak cukup, Hillary juga menuduh Trump mendukung invasi AS di Libya. Selama ini, Trump menilai Hillary sebagai penanggung jawab atas invasi AS ke Libya yang kini jadi bencana.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pasar Taruhan Unggulkan...
Pasar Taruhan Unggulkan Trump Menangkan Pilpres Amerika Serikat 2024
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Akui Kekalahan dari...
Akui Kekalahan dari Donald Trump di Pilpres AS, Kamala Harris Sampaikan Pidato Konsesi
Berita Terkini
Rusia Intensifkan Serangan,...
Rusia Intensifkan Serangan, Sekjen NATO Justru Berkunjung ke Ukraina
26 menit yang lalu
Jadi Target Rudal dan...
Jadi Target Rudal dan Drone Iran, Bahrain dan Kuwait Siaga Penuh
1 jam yang lalu
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
2 jam yang lalu
Drone dan Rudal Merusak...
Drone dan Rudal Merusak Bandara Kuwait, Beberapa Orang Terluka, Penerbangan Terganggu
2 jam yang lalu
5 Alasan Perseteruan...
5 Alasan Perseteruan AS dan Israel, Netanyahu Tak Bisa Dikendalikan
3 jam yang lalu
AS Ketar-ketir saat...
AS Ketar-ketir saat Mojtaba Makin Tunjukkan Kekuasaannya di Iran, Ini 4 Faktanya
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved