Kapal Migran Terbalik di Lepas Pantai Mesir, 43 Tewas
Kamis, 22 September 2016 - 10:01 WIB
Kapal Migran Terbalik di Lepas Pantai Mesir, 43 Tewas
A
A
A
KAIRO - Sebuah kapal yang membawa migran Afrika menuju Eropa terbalik di lepas pantai Mediterania dekat kota Iskandariyah, Mesir, Rabu kemarin. Pihak berwenang Mesir mengatakan sedikitnya 43 orang tewas dalam peristiwa tersebut.
Dikutip dari Reuters, Kamis (22/9/2016), kapal tersebut membawa hampir 600 migran dan tenggelam di Laut Mediterania lepas pantai Burh Rashid, sebuah desa di provinsi Beheira utara. Para pejabat mengatakan 31 mayat telah ditemukan, 20 laki-laki, 10 perempuan dan satu anak. Seorang koresponden Reuters kemudian melihat sebuah kapal nelayan membawa 12 mayat lagi, sehingga total sejauh ini berjumlah 43.
Para pejabat mengatakan sejauh ini petugas penyelamatan berhasil menyelamatkan 154 orang, yang berarti sekitar 400 orang masih hilang. "Informasi awal menunjukkan bahwa perahu tenggelam karena membawa penumpang melebihi batas. Perahu kemudian miring dan migran jatuh ke dalam air," kata seorang pejabat keamanan senior di Beheira kepada Reuters.
Para pejabat mengatakan perahu telah membawa migran yang berasal dari Mesir, Sudan, Eritrea, dan Somalia. Perdana Menteri Mesir Sherif Ismail mengatakan semua sumber daya yang ada akan diarahkan dalam misi penyelamatan dan mereka yang bertanggung jawab harus dibawa ke pengadilan.
Belum diketahui negara tujuan dari kapal tersebut. Meski begitu, para pejabat percaya jika kapal tersebut akan menuju ke Italia. Menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi sedikitnya 206.400 migran dan pengungsi telah menyeberangi Mediterania tahun ini.
Dikutip dari Reuters, Kamis (22/9/2016), kapal tersebut membawa hampir 600 migran dan tenggelam di Laut Mediterania lepas pantai Burh Rashid, sebuah desa di provinsi Beheira utara. Para pejabat mengatakan 31 mayat telah ditemukan, 20 laki-laki, 10 perempuan dan satu anak. Seorang koresponden Reuters kemudian melihat sebuah kapal nelayan membawa 12 mayat lagi, sehingga total sejauh ini berjumlah 43.
Para pejabat mengatakan sejauh ini petugas penyelamatan berhasil menyelamatkan 154 orang, yang berarti sekitar 400 orang masih hilang. "Informasi awal menunjukkan bahwa perahu tenggelam karena membawa penumpang melebihi batas. Perahu kemudian miring dan migran jatuh ke dalam air," kata seorang pejabat keamanan senior di Beheira kepada Reuters.
Para pejabat mengatakan perahu telah membawa migran yang berasal dari Mesir, Sudan, Eritrea, dan Somalia. Perdana Menteri Mesir Sherif Ismail mengatakan semua sumber daya yang ada akan diarahkan dalam misi penyelamatan dan mereka yang bertanggung jawab harus dibawa ke pengadilan.
Belum diketahui negara tujuan dari kapal tersebut. Meski begitu, para pejabat percaya jika kapal tersebut akan menuju ke Italia. Menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi sedikitnya 206.400 migran dan pengungsi telah menyeberangi Mediterania tahun ini.
(ian)