Salim Si Bocah Kelaparan, Potret Kengerian Perang Yaman

Kamis, 15 September 2016 - 10:01 WIB
Salim Si Bocah Kelaparan,...
Salim Si Bocah Kelaparan, Potret Kengerian Perang Yaman
A A A
HUDAYDAH - Salim Musabih, nama bocah Yaman berusia enam tahun ini. Bocah kelaparan ini jadi sorotan media dunia, sebagai gambaran kengerian dari perang sipil di Yaman.

Tubuh Salim tampak seperti tulang berbalut kulit. Dia menderita gizi buruk sejak negaranya hancur dilanda perang sipil.

Salim bukan satu-satunya bocah Yaman yang menderita akibat perang. Data UNICEF memperkirakan bahwa 320 ribu anak-anak di Yaman menghadapi kelaparan, sementara lebih dari dua juta anak membutuhkan bantuan yang mendesak.

Penderitaan Salim diabadikan oleh fotografer Reuters, saat dia diduduk di tempat tidur di samping ibunya di sebuah rumah sakit di Kota Hudaydah, Yaman. Foto lain dari kondisi Salim menunjukkan lengannya yang sangat kurus hanya seukuran lubang bibir.

”Mereka datang dari daerah yang hancur di mana tidak ada makanan, air murni atau infrastruktur. Mereka kelaparan, satu-satunya makanan yang mereka punya adalah dari laut,” kata seorang relawan rumah sakit Ibrahim Al Kalee kepada Koran Uni Emirat Arab, 7days.

Salim Musabih dibawa ke rumah sakit di barat daya Yaman pekan lalu. Menurut pihak rumah sakit, Salim tiba dalam kondisi di ambang kematian. Dia tiba di Rumah Sakit Al Thawra dengan ibunya yang sudah lelah dan lemah.

”Anak-anak yang menderita Severe Acute Malnutrition (SAM) di Hudaydah,” kata Rajat Madhok, Kepala Komunikasi dan Advokasi di UNICEF Yaman, yang dikutip Kamis (15/9/2016).

Meski sudah menimbulkan penderitaan yang parah, perang Yaman belum mereda. Pada tanggal 10 September 2016 lalu, 30 orang tewas setelah beberapa serangan udara yang menghantam sumber air sumur di sebuah desa di Sana’a. Pejabat kemanusiaan untuk PBB di Yaman mengutuk serangan dengan target infrastruktur publik itu.

”Saya tetap sangat terganggu oleh serangan tanpa henti terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil di seluruh Yaman oleh semua pihak yang terlibat dalam konflik, yang selanjutnya menghancurkan tatanan sosial Yaman,” kata koordinator kemanusiaan PBB di Yaman, Jamie McGoldrick.
(mas)
Berita Terkait
Hanya Jadi Boneka, PM...
Hanya Jadi Boneka, PM Yaman Ahmed bin Mubarak Pilih Mundur
Setelah Assad Tumbang,...
Setelah Assad Tumbang, Mungkinkah Rakyat Yaman Jatuhkan Houthi dengan Dukungan Israel dan AS?
Israel Sebut Musuh Terberatnya...
Israel Sebut Musuh Terberatnya Sekarang Adalah Houthi
Saudi Bertarung dengan...
Saudi Bertarung dengan UEA di Yaman, Berikut 6 Faktanya
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Yaman Terpecah Belah,...
Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
3 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
4 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
5 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
6 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
6 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved