Thailand Temukan 21 Kasus Baru Virus Zika di Bangkok

Minggu, 11 September 2016 - 14:05 WIB
Thailand Temukan 21...
Thailand Temukan 21 Kasus Baru Virus Zika di Bangkok
A A A
BANGKOK - Pelayanan kesehatan masyarakat Thailand menyatakan setidaknya 21 kasus baru penularan lokal virus Zika telah dikonfirmasi di pusat Bangkok. Jumlah itu termasuk seorang wanita hamil yang kemudian melahirkan tanpa komplikasi.

"Dari 21 kasus yang dikonfirmasi di daerah Sathorn, ada satu wanita hamil yang pulih dan berhasil melahirkan. Ibu dan bayinya yang baru lahir dinyatakan aman," kata juru bicara Kementerian Umum Thailand, Suwannachai Wattanayingcharoenchai. Ia menambahkan bahwa suami wanita hamil tersebut baru saja kembali dari Singapura seperti dikutip dari Reuters, Minggu (11/9/2016).

Suwannachai mengatakan bahwa 30 wanita hamil yang terinfeksi Zika sedang dipantau di Thailand. Sejauh ini, enam dari wanita melahirkan tanpa komplikasi atau cacat lahir.

Menurut Kementerian Kesehatan Thailand, 16 dari 76 provinsi di Thailand telah mengkonfirmasi kasus Zika sejak Januari tahun ini. Tapi tidak ada laporan mengenai cacat lahir atau kematian. "Belum ada kematian atau komplikasi sejauh ini, jadi saya mendorong saudara-saudara kita untuk tidak khawatir," kata Suwannachai.

Kasus-kasus baru yang terjadi di Thailand ini mengikuti konfirmasi dari Malaysia yang menyatakan kasus pertama virus Zika pada wanita hamil yang tinggal di sebuah kota sebelah selatan berdekatan dengan Singapura. Singapura dilaporkan mendapatkan pasien pertama yang terinfeksi lokal virus Zika pada 27 Agustus dan sejak itu, jumlah infeksi dilaporkan telah membengkak menjadi lebih dari 300.

Infeksi virus Zika pada wanita hamil telah terbukti menyebabkan microcephaly, cacat lahir parah di mana kepala dan otak berukuran kecil, selain kelainan otak lainnya. Meskipun microcephaly biasanya terdeteksi saat melakukan pemeriksaan ultrasound pada akhir trimester ketiga kedua dan awal kehamilan, dapat dideteksi sedini mungkin pada kehamilan 18-20 minggu kehamilan, menurut Pusat AS untuk Kontrol dan Pencegahan Penyakit.
(ian)
Berita Terkait
Virus Baru yang Disebabkan...
Virus Baru yang Disebabkan dari Gigitan Kutu Ditemukan di Jepang
Covid-19 Perlahan Menghilang,...
Covid-19 Perlahan Menghilang, Ilmuwan Khawatir Umat Manusia Akan Terusik Virus Zika
Berpotensi Jadi Ancaman...
Berpotensi Jadi Ancaman Baru, Ini Gejala yang Biasa Ditimbulkan Virus Zika
Epidemiologi Sebut Virus...
Epidemiologi Sebut Virus Zika Bisa Menular Lewat Hubungan Seksual
Kemenkes Belum Pernah...
Kemenkes Belum Pernah Temukan Infeksi Virus Zika ke Manusia di Indonesia
India Waspada Penyebaran...
India Waspada Penyebaran Virus Zika setelah Temukan 14 Kasus di Kerala
Berita Terkini
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
23 menit yang lalu
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
50 menit yang lalu
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
1 jam yang lalu
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
2 jam yang lalu
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
3 jam yang lalu
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
3 jam yang lalu
Infografis
13 Perwira Jabat Kapolsek...
13 Perwira Jabat Kapolsek Baru di Jabodetabek
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved