Dokumen Soviet Sebut Abbas Agen KGB

Kamis, 08 September 2016 - 09:33 WIB
Dokumen Soviet Sebut...
Dokumen Soviet Sebut Abbas Agen KGB
A A A
YERUSALEM - Sebuah dokumen era Uni Soviet menyebut presiden otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, adalah seorang agen KGB (dinas rahasia uni Soviet) pada tahun 1983. Begitu laporan yang diturunkan media Israel, Channel 1.

"Informasi mengenai Abbas berasal dari dokumen dalam arsip Vasili Mitrokhin," cuit jurnalis Channel 1 Israel, Oren Nahari, di akun Twitternya. Nahari mengatakan tidak diketahui apakah Abbas tetap menjadi agen Soviet setelah tahun 1983 seperti dikutip dari laman Fox News, Kamis (8/9/2016).

Mitrokhin adalah adalah mantan agen KGB yang membelot ke Inggris setelah jatuhnya Uni Soviet. Mitrokhin membawa sejumlah informasi berharga. Catatan Mitrokhin yang telah diedit ini dirilis pada tahun 2014. The Times of Israel melaporkan meski diedit, data-data tersebut tetap diklasifikasikan oleh dinas intelijen militer Inggris, MI5. Mitrokhin sendiri meninggal pada 2004 lalu.

The Times of Israel melaporkan, dalam dokumen Mitrokhin, Abbas diduga menggunakan nama kode "Krotov" yang berarti "mol," dan dilaporkan kepada Mikhail Bodganov. Pada saat itu, Bogdanov ditempatkan di Damaskus. Abbas sendiri diketahui belajar hukum di Universitas Damaskus. Sekarang seorang diplomat Rusia di Timur Tengah, Bodganov berusaha untuk menengahi pertemuan antara Abbas dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada awal pekan ini.

Abbas diketahui telah belajar di Moskow pada awal tahun 1980 dan mengunjungi ibukota Soviet pada awal 1980-an untuk mempertahankan tesis doktoralnya di Institut Studi Oriental, surat kabar Rusia, Kommersant melaporkan pada tahun 2005.

Laporan ini datang hanya sebulan sebelum pemilu Palestina pertama dalam 10 tahun. Hamas kemungkinan akan menang di sejumlah daerah yang selama ini menjadi basis partai Abbas, Fatah. Seorang pejabat Palestina lantas membantah laporan tersebut.

"Ada kecenderungan yang jelas mencoba untuk merusak Abbas oleh berbagai elemen, termasuk Israel. Ini adalah upaya lain untuk memfitnah dirinya," kata anggota komite pusat Fatah Mohammed al-Madani.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Pembunuhan Israel Terhadap...
Pembunuhan Israel Terhadap Warga Palestina Deklarasi Perang
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
5 menit yang lalu
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
26 menit yang lalu
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
1 jam yang lalu
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
1 jam yang lalu
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
2 jam yang lalu
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
2 jam yang lalu
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved