Terungkap, Iran Bantai 30.000 Tahanan Politik Atas Fatwa Khomeini

Rabu, 07 September 2016 - 00:55 WIB
Terungkap, Iran Bantai...
Terungkap, Iran Bantai 30.000 Tahanan Politik Atas Fatwa Khomeini
A A A
TEHERAN - Sebuah penyelidikan yang dilakukan Organisasi Mujahidin Rakyat Iran (PMOI/MEK) mengungkap bahwa rezim Iran membantai sekitar 30.000 tahanan politik pada 1988 atas fatwa Ayatollah Khomeini. Para pelaku pembantaian itu disebut duduk di “Komisi Kematian” yang dibentuk atas fatwa Khomeini.

Organisasi itu telah merilis nama-nama anggota pejabat senior rezim Iran pada saat itu yang terlibat pembantaian puluhan ribu tahanan politik. Ada 59 nama pejabat yang dirilis dan saat ini mereka memegang jabatan tinggi di lembaga-lembaga politik Iran.

Khomeini merupakan tokoh Revolusi Islam Iran. Menurut PMO, “Komisi Kematian” dibentuk di Teheran dan di seluruh negeri. Dari sekitar 30 ribu tahanan politik yang beberapa di antaranya remaja dimakamkan di sebuah kuburan massal.

Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI)—kelompok oposisi Iran—telah membacakan nama-nama pejabat yang terlibat dalam pembantaian massal itu dalam konferensi pers hari Selasa (6/9/2016).

Mohammad Mohaddessin, Ketua Komite Urusan Luar Negeri dari NCRI, menyerukan PBB untuk membentuk komisi penyelidikan untuk mengusut kasus pembantaian massal era Khomeini.

“PBB harus mengambil langkah yang diperlukan untuk membawa para pelaku kejahatan yang besar ini ke pengadilan,” kata Mohaddessin.

”Impunitas harus berakhir. Kelambanan dalam menghadapi kejahatan ini tidak hanya menyebabkan eksekusi lebih lanjut di Iran, namun juga mendorong rezim untuk menyebarkan kejahatan terhadap Suriah, Irak dan negara-negara lain di wilayah ini,” lanjut dia, seperti dikutip IB Times.

”Sebanyak 2.700 eksekusi telah resmi dilakukan di Iran sejak (Presiden Hassan) Rouhani menjabat. Hanya beberapa minggu yang lalu, beberapa 25 warga Sunni dari Kurdistan Iran digantung secara massal dalam satu hari, dan beberapa hari kemudian tiga tahanan politik dari Ahvaz dieksekusi,” imbuh dia.

Pemerintah Iran belum merespons laporan penyelidikan PMO. Para tokoh oposisi Iran selama ini tinggal di pengasingan di Prancis karena merasa terancam. Meski berada di luar negeri, kelompok oposisi Iran terus menyuarakan perlawanan terhadap rezim Iran.
(mas)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
19 menit yang lalu
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
2 jam yang lalu
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
5 jam yang lalu
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
6 jam yang lalu
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
9 jam yang lalu
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
10 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved