Duterte: Banyak yang Akan Mati Dalam Perang Melawan Narkoba

Senin, 05 September 2016 - 17:21 WIB
Duterte: Banyak yang...
Duterte: Banyak yang Akan Mati Dalam Perang Melawan Narkoba
A A A
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menegaskan, perang melawan narkoba tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Dia juga memastikan, dalam perang tersebut akan banyak orang yang tewas.
"Banyak yang akan dibunuh sampai pengedar terakhir tidak ada lagi di jalan. Kami akan terus melanjutkan upaya ini sampai pembuat narkoba terakhir terbunuh, kami akan terus melanjutkannya," ucap Duterte kepada wartawa di Manila.
Seperti dilansir Reuters pada Senin (5/9), setidaknya 2.400 orang tewas sejak Duterte mulai mengaktifkan kampanye anti-narkoba dua bulan lalu, atau sejak dia menjabat sebagai Presiden Filipina.
Polisi Filipina mengatakan, sekitar 900 orang tewas dalam operasi polisi, dan sisanya adalah "Kematian dalam penyelidikan", sebuah istilah yang digunakan aktivis hak asasi manusia untuk main hakim sendiri dan pembunuhan di luar hukum.
Pernyataan Duterte ini muncul beberapa hari jelang pertemua antara dirinya dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. AS adalah salah satu negara yang mengkritik kebijakan Duterte itu.
Ketika disinggung mengenai pertemuan dengan Obama, Duterte menegaskan dia tidak akan mendengarkan nasihat yang disampaikan Obama terkait penegakan hukum. Menurutnya, AS memiliki masalah yang lebih besar dalam hal ini ketimbang Filipina.
"Saya seorang Presiden sebuah negara yang berdaulat dan kami telah lama berhenti menjadi koloni," kata Duterte, ketika ditanya tentang pertemuannya dengan Obama.
"Siapa dia berani menasihati saya? Sebagai fakta, Amerika memiliki terlalu banyak pertanyaan yang harus dijawab. Semua orang memiliki catatan mengerikan pembunuhan di luar hukum," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Rencanakan Pemboman,...
Rencanakan Pemboman, 'Calon Pengantin' Perempuan Diciduk Tentara Filipina
Berita Terkini
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
44 menit yang lalu
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
1 jam yang lalu
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
3 jam yang lalu
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
4 jam yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved