Pyongyang Panggil Dubes Korut di Inggris
Kamis, 25 Agustus 2016 - 13:57 WIB
Pyongyang Panggil Dubes Korut di Inggris
A
A
A
PYONGYANG - Korea Utara (Korut) telah memerintahkan duta besarnya di London untuk kembali ke Pyongyang. Diramalkan ia kemungkinan akan menghadapi hukuman karena pembelotan wakilnya pada bulan Juli lalu.
Menurut media JoongAng Daily, Dubes Korut untuk Inggris Hyon Hak-bong sedang ditanyai oleh tim dari Departemen Keamanan Negara Korut yang berbasis di Berlin seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (25/8/20160
Hak-bong dan staf kedutaan Korut yang ditempat di kedutaan London sedang ditanyai terkait kegagalan mereka untuk segera memberitahukan Pyongyang wakil Dubes Thae Yong-ho, sumber-sumber diplomatik mengatakan kepada media tersebut.
Korut telah memerintahkan Duta Besar Hak-bong untuk kembali ke Pyongyang dan mengajukan permintaan kepada pemerintah Inggris untuk menunjuk duta besar baru. Sumber mengklaim bahwa penggantian untuk pemerintah Inggris diusulkan seorang mantan perwira militer Korea Utara.
Thae Yong-ho menghilang bersama istri dan dua putranya pada bulan lalu. Belakangan, Kementerian Unifikasi Korea Selatan (Korsel) pada 18 Agustus menyatakan keluarga itu telah tiba di Seoul dan dilindungi oleh pemerintah.
Korut mengecam pembelotan yang dilakukan oleh Thae Yong-ho. Media pemerintah Korut menggambarkan Thae Yong-ho sebagai "manusia sampah" dan mengklaim bahwa ia sedang diselidiki atas dugaan penggelapan uang negara, membocorkan rahasia negara, menerima suap, dan memperkosa seorang anak.
Menurut media JoongAng Daily, Dubes Korut untuk Inggris Hyon Hak-bong sedang ditanyai oleh tim dari Departemen Keamanan Negara Korut yang berbasis di Berlin seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (25/8/20160
Hak-bong dan staf kedutaan Korut yang ditempat di kedutaan London sedang ditanyai terkait kegagalan mereka untuk segera memberitahukan Pyongyang wakil Dubes Thae Yong-ho, sumber-sumber diplomatik mengatakan kepada media tersebut.
Korut telah memerintahkan Duta Besar Hak-bong untuk kembali ke Pyongyang dan mengajukan permintaan kepada pemerintah Inggris untuk menunjuk duta besar baru. Sumber mengklaim bahwa penggantian untuk pemerintah Inggris diusulkan seorang mantan perwira militer Korea Utara.
Thae Yong-ho menghilang bersama istri dan dua putranya pada bulan lalu. Belakangan, Kementerian Unifikasi Korea Selatan (Korsel) pada 18 Agustus menyatakan keluarga itu telah tiba di Seoul dan dilindungi oleh pemerintah.
Korut mengecam pembelotan yang dilakukan oleh Thae Yong-ho. Media pemerintah Korut menggambarkan Thae Yong-ho sebagai "manusia sampah" dan mengklaim bahwa ia sedang diselidiki atas dugaan penggelapan uang negara, membocorkan rahasia negara, menerima suap, dan memperkosa seorang anak.
(ian)