Kisruh Laut China Selatan, China Instal Rudal Kapal Perang Shenzhen

Kamis, 11 Agustus 2016 - 05:12 WIB
Kisruh Laut China Selatan,...
Kisruh Laut China Selatan, China Instal Rudal Kapal Perang Shenzhen
A A A
BEIJING - Di tengah kisruh sengketa Laut China Selatan yang terus memanas, Beijing telah menginstal sistem rudal canggih untuk kapal perang perusak Luhai-class (Type 051B) Shenzhen. Kapal perang Shenzhen ini akan jadi unggulan armada Beijing di Laut China Selatan sebagai ancaman untuk mempertahankan wilayah yang diklaim.

Situs analis pertahanan Barat, IHS Jane, melaporkan perkembangan instal peralatan tempur kapal perang jenis perusak Shenzhen.

“China telah menyelesaikan senjata utama yang di-upgrade untuk (kapal) perusak Shenzen mereka, yang akan kembali ke beroperasi dengan armada Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat di Laut China Selatan di tengah ketegangan atas wilayah yang disengketakan,” tulis IHS Jane, yang dikutip Kamis (11/8/2016).

Rudal andalan dari kapal perusak Shenzen adalah rudal udara jarak menengah HHQ-16 (SAM). Dengan di-upgrade, rudal itu bisa ditembakkan dengan kecepatan maksimum 2.148 mph dan bisa melesat sejauh 19 mil laut.

Setelah diinstal, lanjut IHS Jane, sistem rudal pada kapal perang Shenzhen akan sebanding dengan Gollum/Shtil-2, sebuah sistem rudal kuat Rusia.

Kapal perusak China seberat 6 ribu ton ini pertama kali ditugaskan pada tahun 1999. Kapal ini dianggap unik di antara kelas perusak modern, karena menggunakan sistem propulsi uap dan berfungsi sebagai hanggar helikopter, dengan ruang yang memungkinkan bagi pendaratan dan lepas landas hingga dua helikopter.

Pemerintah maupun militer China belum berkomentar atas laporan analis pertahanan itu. China dalam beberapa pekan terakhir gencar menyuarakan ketegasannya atas klaim wilayah Laut China Selatan, terlebih China baru saja mengalami kekalahan atas gugatan Filipina di Pengadilan Tetap Arbitrase soal sengketa Laut China Selatan yang digela di Den Haag.

Beijng telah menolak putusan pengadilan arbitrase yang mereka anggap tidak sah. Pemerintah China bahkan marah ketika didesak Amerika Serikat (AS), Jepang dan Australia untuk mematuhi putusan Pengadilan Tetap Arbitrase.
(mas)
Berita Terkait
Duterte: Konflik dengan...
Duterte: Konflik dengan China Pasti Berujung Pertumpahan Darah
Menlu Filipina kepada...
Menlu Filipina kepada China: Keluar dari Laut China Selatan!
Klaim China Terhadap...
Klaim China Terhadap Fitur di Laut China Selatan Bisa Picu Serangan Balasan
Gentayangan di LCS,...
Gentayangan di LCS, China Sebut Pesawat Intai Australia Ancam Kedaulatan
Bersitegang dengan China,...
Bersitegang dengan China, Filipina Bangun Stasiun Pemantau di LCS
Menhan Filipina: Beijing...
Menhan Filipina: Beijing Ingin Caplok Lebih Banyak Wilayah di Laut China Selatan
Berita Terkini
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
24 menit yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
1 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
2 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
2 jam yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
3 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
4 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved