Aktivis HAM India Akhiri Aksi Mogok Makan Selama 16 Tahun
Rabu, 10 Agustus 2016 - 16:04 WIB
Aktivis HAM India Akhiri Aksi Mogok Makan Selama 16 Tahun
A
A
A
NEW DELHI - Irom Sharmila, seorang aktivis HAM asal India, mengakhiri aksi mogok makannya selama 16 tahun. Aksi mogok sebagai protes dugaan pelanggaran militer itu diakhiri dengan beberapa tetes madu.
"Saya ingin minum sesuatu di depan dunia," kata Sharmila pada konferensi pers di Imphal, ibukota Manipur. Lalu ia menangis sambil menatap botol madu. "Tolong beri dia waktu. Dia sentimental," kata dokter kepada media seperti dikutip dari Boston Globe, Rabu (10/8/2016).
Dikenal sebagai Iron Lady of Manipur, Sharmila (43) telah melakukan aksi protes paling kuat terhadap Undang-undang (Kekuatan Khusus) Angkatan Bersenjata India. India memberikan angkatan bersenjatanya kekuasaan untuk menembak di daerah yang dilanda pemberontakan di negara-negara seperti Manipur dan Kashmir, melindungi aparat militer dari tuntutan hukum.
Sharmila memilih untuk tidak makan selama bertahun-tahun sebagai protes atas kekebalan militer India itu. Pemerintah India mengatakan aksi protesnya jalan menuju bunuh diri. Pemerintah pun memaksanya untuk makan melalui tabung hidung selama bertahun-tahun.
Kini ia bersiap untuk membangun kekuatan guna mencalonkan diri dalam pemilu yang dijadwalkan akan diadakan tahun depan. "Saya membutuhkan kekuatan untuk menghapuskan black law," kata Sharmila merujuk pada ketentuan kekebalan hukum.
"Saya ingin minum sesuatu di depan dunia," kata Sharmila pada konferensi pers di Imphal, ibukota Manipur. Lalu ia menangis sambil menatap botol madu. "Tolong beri dia waktu. Dia sentimental," kata dokter kepada media seperti dikutip dari Boston Globe, Rabu (10/8/2016).
Dikenal sebagai Iron Lady of Manipur, Sharmila (43) telah melakukan aksi protes paling kuat terhadap Undang-undang (Kekuatan Khusus) Angkatan Bersenjata India. India memberikan angkatan bersenjatanya kekuasaan untuk menembak di daerah yang dilanda pemberontakan di negara-negara seperti Manipur dan Kashmir, melindungi aparat militer dari tuntutan hukum.
Sharmila memilih untuk tidak makan selama bertahun-tahun sebagai protes atas kekebalan militer India itu. Pemerintah India mengatakan aksi protesnya jalan menuju bunuh diri. Pemerintah pun memaksanya untuk makan melalui tabung hidung selama bertahun-tahun.
Kini ia bersiap untuk membangun kekuatan guna mencalonkan diri dalam pemilu yang dijadwalkan akan diadakan tahun depan. "Saya membutuhkan kekuatan untuk menghapuskan black law," kata Sharmila merujuk pada ketentuan kekebalan hukum.
(ian)