Pendukung Rousseff Turun ke Jalan Desak Wapres Brazil Mundur
Rabu, 10 Agustus 2016 - 14:44 WIB
Pendukung Rousseff Turun ke Jalan Desak Wapres Brazil Mundur
A
A
A
BRASILIA - Sejumlah warga Brazil turun ke jalan di Sao Paolo untuk memberikan dukungan kepada presiden Brazil non aktif Dilma Rousseff setelah Senat memutuskan akan menggelar persidangan pemakzulannya. Mereka menyerukan pejabat presiden yang juga wakil presiden (Wapres) Michel Temer untuk mundur.
Para pendukung Rousseff turun ke jalan sembari memegang spanduk besar dan sejumlah poster sembari meneriakkan slogan-slogan. Mereka berbaris di jalan-jalan Sao Paolo, melambaikan bendera merah dan bernyanyi menuntut Temer untuk mundur. Selama protes, demonstran juga menyalakan kembang api dan meniup pluit. Mereka juga memblokir Paulista Avenue, jalan raya pusat kota seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (10/8/2016).
Koordinator Uni Gerakan Populer, Raimundi Bonfim mengatakan, mereka merencanakan akan lebih banyak melakukan aksi protes. "Kami berharap memutarbalikkan keadaan, jadi kami akan berjuang. Kami percaya perlawanan dan penolakan terhadap presiden interim Michel Temer akan meningkat. Dunia menyaksikan bahwa apa yang terjadi di Brazil adalah kudeta, pers internasional turut melaporkan," katanya.
Sebelumnya, Senat Brazil memutuskan untuk meneruskan prosedur impeachment atau pemakzulan terhadap presiden yang ditangguhkan Dilma Rousseff. Sebanyak 59 dari 81 anggota senat Brazil mendukung dilakukannya sidang pemakzulan terhadap Rousseff.
Rousseff dituduh telah menyembunyikan difisit anggaran negara jelang pemilu pada 2014 lalu. Namun Rousseff membantah tuduhan tersebut dan berulang kali menyebut pemakzulan dirinya sebagai 'sandiwara'. Menurutnya, dugaan kejahatan yang ditujukan kepadanya tidak lebih dari kebijakan rutin dalam pengelolaan anggaran.
Sementara itu, Pejabat Presiden Michel Temer menghadapi tuduhan sendiri, yang telah baru-baru ini terkait dengan sumbangan kampanye $ 3.200.000 ilegal oleh majalah Veja. Pemerintahan Temer sendiri telah mengalami pukulan telak setelah tiga anggota kabinet mengundurkan diri karena kasus korupsi yang dikenal sebagai Car Wash.
Para pendukung Rousseff turun ke jalan sembari memegang spanduk besar dan sejumlah poster sembari meneriakkan slogan-slogan. Mereka berbaris di jalan-jalan Sao Paolo, melambaikan bendera merah dan bernyanyi menuntut Temer untuk mundur. Selama protes, demonstran juga menyalakan kembang api dan meniup pluit. Mereka juga memblokir Paulista Avenue, jalan raya pusat kota seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (10/8/2016).
Koordinator Uni Gerakan Populer, Raimundi Bonfim mengatakan, mereka merencanakan akan lebih banyak melakukan aksi protes. "Kami berharap memutarbalikkan keadaan, jadi kami akan berjuang. Kami percaya perlawanan dan penolakan terhadap presiden interim Michel Temer akan meningkat. Dunia menyaksikan bahwa apa yang terjadi di Brazil adalah kudeta, pers internasional turut melaporkan," katanya.
Sebelumnya, Senat Brazil memutuskan untuk meneruskan prosedur impeachment atau pemakzulan terhadap presiden yang ditangguhkan Dilma Rousseff. Sebanyak 59 dari 81 anggota senat Brazil mendukung dilakukannya sidang pemakzulan terhadap Rousseff.
Rousseff dituduh telah menyembunyikan difisit anggaran negara jelang pemilu pada 2014 lalu. Namun Rousseff membantah tuduhan tersebut dan berulang kali menyebut pemakzulan dirinya sebagai 'sandiwara'. Menurutnya, dugaan kejahatan yang ditujukan kepadanya tidak lebih dari kebijakan rutin dalam pengelolaan anggaran.
Sementara itu, Pejabat Presiden Michel Temer menghadapi tuduhan sendiri, yang telah baru-baru ini terkait dengan sumbangan kampanye $ 3.200.000 ilegal oleh majalah Veja. Pemerintahan Temer sendiri telah mengalami pukulan telak setelah tiga anggota kabinet mengundurkan diri karena kasus korupsi yang dikenal sebagai Car Wash.
(ian)